Pengacara Magang ‘Dipermalukan’ Karena Pakai Hijab

EPA Photo
Asmae Belfakir (EPA Photo)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Rome – Seorang pengacara junior beretnis Maroko pada Senin mengatakan, dia merasa dipermalukan setelah seorang hakim mengusirnya dari ruang pengadilan di Italia karena dia menolak mencopot hijabnya.

Dalam sebuah persidangan di Bologna, Hakim Giancarlo Mozzarelli meminta Asmae Belfakir menanggalkan hijabnya atau meninggalkan ruangan.

“Saya masuk ke pengadilan dengan pengacara-pengacara lain. Hakim mengatakan: ‘Bisakah kamu mencopotnya?’ Dia bahkan tidak mengatakan ‘hijab’ atau memandang ke arah saya,” kata Belfakir, dilansir Anadolu, Selasa (23/1/2018).

“Kemudian dia mengatakan ‘Bila kamu ingin tetap di ruangan ini, kamu harus mencabutnya.”

Belfakir kemudian menjawab dia tidak akan mencopot hijabnya. Sembari berjalan keluar dari ruang pengadilan, dia mendengar Hakim Mozzarelli menuduhnya tidak menghormati kultur dan tradisi Italia.

“Mendengar dia membahas budaya dan tradisi dalam konteks itu membuat saya kecewa. Saya berada di sana untuk bekerja, untuk belajar cara kerja hukum. Saya tidak ingin dipermalukan hanya karena agama saya,” terang Belfakir.

“Saya yakin dia tidak akan memaksa seorang biarawati melepaskan kerudungnya, karena dia merasa biarawati itu tidak menghina budayanya namun saya dianggap melakukan itu.”

Belfakir mengatakan hakim itu seharusnya lebih peka terhadap penggunaan hijab oleh sejumlah perempuan dan itu tidak berdampak pada proses persidangan serta profesinya sebagai pengacara.

“Dalam kasus ini, hukum seharusnya melindungi warga dan kebebasan beragama – karena ini tidak memiliki efek negatif kepada siapapun,” kata Belfakir.(AA)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.