oleh

Pengecer Enggan Nyetok BBM

PortalMadura.Com, Sampang – Penetapan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium membuat sejumlah penjual bensin eceran di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur tutup usaha.

Mereka sengaja tidak kulakan lantaran takut merugi jika nyetok BBM sebelum harga turun menjadi Rp6.600 per liter.

“Kita kan bisa rugi mas, kalau kulakan sekarang. Harganya masih Rp7.600, sedangkan besok sudah turun menjadi Rp6.600. Mending nunggu Senin dini harinya saja,” kata H. Beri, salah seorang pemilik kios premium eceran di Desa Pliyang, Kecamatan Kota, Sampang, Minggu (18/1/2015).

Dia menyebutkan, stok bensin di kiosnya mulai kosong sejak, Sabtu (17/1/2015) malam, beberapa pengendara baik roda dua maupun roda empat mulai menyerbu kiosnya setelah stok di stasiun pengisian bahan bakar umum(SPBU) setempat habis.

“Mulai kemarin, para konsumen beli ke pengecer,” katanya.

H. Beri berharap turunnya harga BBM jenis Premium menjadi Rp6.600 bisa terus dipertahankan oleh pemerintah meski harga minyak dunia terbilang fluktuasi.

“Mudah-mudahan tidak berubah lagi, kasihan masyarakat kecil,” ujranya.

Penetapan penurunan harga disampaikan langsung Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya, di halaman tengah Kompleks Istana Presiden, Jumat (17/1/2015).

Jokowi yang didampingi Menko Perekonomian Dr Sofyan Djalil, Mentri ESDM Dr Sudirman Said, Mentri BUMD Rini Soemarno, dan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menurunkan harga Premium menjadi Rp6.600, jenis Solar menjadi Rp6.400. Harga jual Premium sebelumnya Rp7.600, sedangkan Solar Rp7.200.(lora/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE