oleh

Pengembangan Destinasi Wisata Pamekasan Jadi Atensi Legislatif

PortalMadura.Com, Pamekasan – Sektor pariwisata Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menjadi perhatian penuh pihak legislatif setempat.

Ketua DPRD Pamekasan, Halili Yasin mengatakan, dunia pariwisata harus dikembangkan agar dapat menyumbang pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Melalui wisata, diharapkan ketergantungan terhadap dana pusat bisa diminimalisir.

“Sejauh ini, wisata kita memang ada, tapi tidak sesuai harapan,” katanya, Jumat (27/4/2018).

Menurut politisi PPP ini, sektor pariwisata tidak berkembang (mandek). Hal ini disebabkan dengan minimmya anggaran. Bahkan, usulan DPRD pada Pemerintah Pusat untuk menambah anggaran wisata juga belum dikabulkan.

“Kita memang dituntut dan harus bisa mengatur anggaran yang minim itu dengan inovasi baru dari dinas terkait,” ucapnya.

Destinasi wisata yang ada di Pamekasan, lebih laku yang dikelola oleh swasta. Sedangkan wisata yang dibahas pemerintah kurang mendapat respon dari wisatawan. Ia menyebut, pengelola swasta lebih kreatif dan inovatif.

“Dana kita saya pikir lebih banyak ketimbang dana swasta, tinggal bagaimana dinas terkait ini bisa punya target dan kemauan,” ungkapnya.

Ke depan pihaknya akan memfokuskan pada pembahasan mengenai pengembangan usaha pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Sjaifuddin mengaku, sudah berusaha mengembangkan wisata sesuai prosedur. “Meski tak ada Perda khusus pengelolaan wisata, kami tetap bergerak,” terangnya.

Menurut Ahmad, minimnya anggaran untuk destinasi wisata menjadi kendala serius dalam mengembangkan wisata. Ia mencontohkan wisata Api Alam di Larangan Tokol yang sampai saat ini masih belum jelas tentang status kepemilikan lahannya.

“Kami hanya bekerja sesuai prosedur,” tutupnya. (Hasibuddin/Putri)


Komentar