Pengukuhan Pokja Bunda PAUD, Bupati Sumenep Ingatkan Revitalisasi Peran PAUD

  • Bagikan
BUnda PAUD Sumenep 2
Pengukuhan Pokja Bunda PAUD kabupaten dan Bunda Paud kecamatan serta bimtek penguatan Bunda Paud tingkat kecamatan tahun 2021 (@portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Pengukuhan Bunda PAUD kabupaten dan kecamatan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung pada Selasa (19/10/2021), di Aula Sekretariat TP PKK kabupaten.

Nia Kurnia Fauzi didaulat sebagai Bunda PAUD sekaligus sebagai penanggungjawab. Menjabat Ketua, Diah Suryani Widayati dari unsur TP PKK Kabupaten Sumenep dan dilengkapi dengan struktur kepengurusan lainnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, dalam sambutannya mengingatkan, agar Bunda PAUD dari semua tingkatan melakukan revitalisasi peran Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka mendorong keberhasilan pembentukan karakter generasi bangsa.

“Seluruh Bunda PAUD wajib membantu pengelolaan lembaga pendidikan anak usia dini agar mampu menjadi lembaga profesional dan terarah. Keberadaan lembaga pendidikan itu bukan hanya semata-mata untuk mendapatkan kucuran dana dari pemerintah,” tegas Fauzi.

Bunda PAUD sangat dibutuhkan dalam usaha membangun sinergitas dengan para pihak. Sebab, pendidikan di Sumenep tidak akan maju jika tidak mendapatkan dukungan dari semua elemen. Baik dari orang tua, tokoh masyarakat, tenaga pendidik dan lainnya.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran Bunda PAUD ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. Penguatan pendidikan sejak anak masih usia dini menjadi pilar utama pembentukan karakter manusia sebagai investasi penting untuk meneruskan pembangunan,” tandasnya.

Bunda PAUD Sumenep
Kiri, Nia Kurnia Fauzi, Bunda PAUD Sumenep (@portalmadura.com)

Sementara, Pengukuhan Pokja Bunda PAUD kabupaten dan Bunda Paud kecamatan serta bimtek penguatan Bunda Paud tingkat kecamatan tahun 2021 dilakukan oleh Bunda PAUD Kabupaten Sumenep, Nia Kurnia Fauzi.

Istri Bupati Sumenep Nia Kurnia Fauzi ini menargetkan, anak-anak di Sumenep mendapatkan akses pendidikan anak usia dini atau pendidikan pra sekolah dasar melalui program wajib PAUD satu tahun pra SD.

Pihaknya bersyukur, sebab hingga tahun 2020, jumlah partisipasi PAUD mencapai 90,91 persen. “Artinya, dari jumlah penduduk usia lima sampai enam tahun yang mencapai sekitar 30.057 orang, sekitar 27.324 orang di antaranya, telah mengikuti pendidikan anak usia dini,” katanya.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.