oleh

Pengunjung Sepi, 12 PKL Hengkakng Dari Lokasi Yang Disediakan Pemkab

PortalMadura.Com, Sampang – Sudah 12 pedagang kali lima (PKL) meninggalkan tempat yang disediakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Pantauan PortalMadura.Com, Senin malam (8/12/2014), dari 24 PKL binaan yang difasilitasi Dinas Koperasi sejak awal Februari 2014, di samping barat Lapangan Wijaya Kusuma itu, terlihat sangat sepi pengunjung.

Salah satu PKL binaan, Widodo (37) mengatakan, para PKL binaan hanya bertahan lima sampai enam bulan untuk berdagang di tempat yang disediakan pemerintah daerah. Mereka kebanyakan mengeluh karena sepinya pengunjung.

“Kalau ditempat semula (area Pasar Srimangunan, red) omzet kami per hari bisa mencapai 1 juta rupiah lebih, tapi setelah pindah hanya mendapat uang sebesar 600 ribu rupiah sampai 650 ribu rupiah, per hari,” keluh Widodo, penjual Pecel Madiun ini.

Hal senada juga disampaikan oleh koordinator PKL Binaan, Supranoto (53), sepinya pengunjung membuat para PKL terpaksa memilih untuk kembali tempat semula. “Sepi, tidak seramai waktu di area Pasar Srimangunan,” katanya.

Menurunya, selain letaknya yang terlalu jauh dari pusat keramaian, sepinya pengunjung lebih disebabkan oleh banyaknya PKL liar yang mangkal diatas trotoar sepanjang Jalan Wijaya Kusuma dan jalan KH. Wahid Hasyim. Hingga saat ini, pemerintah daerah tidak kunjung melakukan penertiban.

“Kalau pemerintah tidak kunjung menertiban para PKL liar yang berjualan didekat tempat relokasi,  maka para PKL yang masih bertahan di dalam harus gigit jari,” tandasnya.(lora/htn)


Komentar