oleh

Penjual Terompet di Sumenep Keluhkan Minimnya Penjualan

PortalMadura.Com, Sumenep – Penjualan terompet menjelang tahun baru 2016 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menurun dibanding tahun lalu. Setiap hari, penjual terompet hanya dapat menjual sebanyak 5 buah, padahal tahun lalu sebanyak 10 buah terompet.

“Tidak tahu mas, tahun ini memang beda dengan tahun lalu. Paling banyak 5 buah terompet yang terjual, sedangkan tahun lalu mencapai 10 buah dalam sehari,” kata Saiful, penjual terompet asal Lamongan, Kamis (31/12/2015).

Menurut penjual terompet yang sudah sebulan berada di Kota Sumekar ini, minimnya jumlah penjualan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh ditemukannya terompet berbahan sampul Alquran disejumlah tempat.

“Ditemukannya sampul Alquran sebagai bahan terompet itu kemungkinan menjadi salah satu penyebab mas, karena masyarakat kan juga khawatir,” tuturnya.

Ia mengaku, terompet yang dijual itu tidak membuat sendiri melainkan membeli juga terhadap pengrajin terompet.

“Saya tidak bisa memastikan bahan yang digunakan itu bukan sampul Alquran karena saya kan hanya menjual, tidak membuat sendiri,” bebernya. (arifin/choir)


Komentar