Pentingnya Tidur Bagi Kesehatan

  • Bagikan

Mengapa Tidur Penting?

Tidur, seperti  aktivitas gizi dan fisik, merupakan faktor penentu penting dalam kesehatan. Tidur juga merupakan kebutuhan pokok bagi kesehatan bayi, anak, dan remaja untuk membantu dalam proses pertumbuhan tubuh. Kurang tidur dan gangguan tidur yang tidak diobati mempengaruhi pola dasar perilaku yang negatif serta dapat mempengaruhi kesehatan keluarga dan hubungan interpersonal.

Kelelahan dan kantuk dapat mengurangi produktivitas dan meningkatkan peluang untuk kecelakaan seperti kesalahan medis, atau kecelakaan kendaraan bermotor atau bahkan kecelakaan industri.

Tidur yang cukup diperlukan untuk:

Melawan infeksi
Mendukung metabolisme gula untuk mencegah diabetes
Mendukung keberhasilan anak-anak di sekolah
Bekerja secara efektif dan aman

Waktu dan durasi tidur yang tepat mempengaruhi sejumlah fungsi endokrin, metabolik, dan neurologis yang penting untuk pemeliharaan kesehatan individu. Jika tidak diobati, gangguan tidur dapat berhubungan dengan peningkatan risiko:

Penyakit jantung
Tekanan darah tinggi
Obesitas
Diabetes
Semua penyebab kematian

Tidur yang sehat harus menjadi perhatian khusus untuk individu dengan cacat kronis dan gangguan seperti arthritis, penyakit ginjal, nyeri, Human Immunodeficiency Virus (HIV), epilepsi, penyakit parkinson, dan depresi. Di antara orang dewasa yang lebih tua, konsekuensi kognitif dan medis dari gangguan tidur yang tidak diobati adalah dapat menurunkan kesehatan yang berhubungan dengan kualitas hidup, berkontribusi terhadap keterbatasan fungsional dan hilangnya kemandirian, dan berkaitan dengan peningkatan risiko kematian akibat sebab apapun.

Beberapa Gangguan Tidur

Beberapa penelitian mengatakan bahwa peluang untuk kurang tidur (didefinisikan sebagai seseorang yang tidur kurang dari 6 jam per malam) telah meningkat secara signifikan selama 30 tahun terakhir. Persaingan antara jadwal tidur, kerja, dan gaya hidup merupakan tren terbaru. Gangguan tidur sering dikaitkan dengan gaya hidup yang berhubungan dengan kelelahan sementara, disorientasi, dan kewaspadaan menurun.

Sleep-Disordered Breathing (SDB), yang meliputi gangguan tidur, merupakan ancaman serius bagi kesehatan. SDB ditandai oleh obstruksi jalan napas intermiten atau jeda dalam bernapas. Orang dengan SDB yang tidak diobati memiliki 2 sampai 4 kali risiko serangan jantung dan stroke. Obesitas merupakan faktor risiko yang signifikan untuk SDB, dan penurunan berat badan dikaitkan dengan pengurangan keparahan SDB tersebut.

SDB pada Anak:

Risiko SDB selama masa kanak-kanak dikaitkan dengan status sosial ekonomi rendah yang juga tergantung pada obesitas dan faktor risiko lainnya. Jika tidak diobati, SDB pada anak-anak dikaitkan dengan kesulitan di sekolah, gangguan metabolisme, dan risiko penyakit jantung di masa depan.

SDB pada Dewasa:

SDB dapat mempengaruhi 20 sampai 40 persen orang dewasa yang lebih tua dan jika tidak diobati, terkait dengan 2 – 3 kali lipat peningkatan risiko stroke dan kematian.(info-kes.com/pm)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.