oleh

Penuhi Kebutuhan Warga, Pemkab Sumenep Tetap Dropping Air Bersih

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tetap mendropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

Salah satunya ke tiga desa, yakni Montorna dan Prancak, Kecamatan Pasongsongan, serta Desa Talango kepulauan Poteran.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Di tiga desa itu, ketersediaan air bersihnya sudah menipis,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Selasa (5/10/2021).

Dropping air bersih merupakan rutinitas tahunan yang dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep bagi desa yang mengalami kekeringan kritis dan langka. “Agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi,” katanya.

Dropping air itu dilakukan secara bertahap. Mulai dari tiga sampai dengan empat desa yang disesuaikan berdasarkan situasi dan kondisi.

Dropping air bersih bagi desa kekeringan berbeda-beda, yakni disesuaikan berdasarkan jumlah penduduk.

“Setiap tangki sampai dengan 500-600 liter air bersih. Jika itu mengalami kering kritis, bisa mendapat dropping air sampai dengan 1.500 leter,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kering kritis apabila jarak ke lokasi sumber mata air mencapai di atas tiga kilo meter (km) dan ketersediaan air bersih berkurang dari 10 liter perorangan setiap harinya.

Sedangkan kering langka, bila jarak dari permukiman warga ke sumber mata air antara 1,5 sampai 3 kilo meter dengan kebutuhan kurang lebih dari 30 liter perorangan setiap harinya.

Di Sumenep, kata dia, ada 30 desa yang mengalami kekeringan pada musim kemarau. Sebelas desa di antaranya masuk kategori kering kritis dan 19 desa kekeringan langka.

Ke-11 desa itu, di antaranya Desa Montorna, Lebeng Barat, Prancak, Campaka Kecamatan Pasongsongan. Kecamatan Batuputih yakni di Desa Badur, Bullaan, dan lain sebagainya. Untuk kepulauan, Desa Palasa, Kecamatan Talango.

Sedangkan desa yang diprediksi mengalami kekeringan langka di kepulauan yakni desa-desa di wilayah Kecamatan Gayam, Arjasa, Giligenting dan Nonggunong. Sedangkan daratan yakni Ganding, Bluto, Batang-Batang, Saronggi, Dasuk, Rubaru dan lainnya.

“Dropping air bersih itu harus dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, wudu dan minum. Tidak diperkenankan untuk kebutuhan lainya seperti menyiram tembakau atau tanaman lainya,” tegasnya (*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar