oleh

Penumpukan Anggaran, Bupati Anggap Biasa

PortalMadura.Com, Pamekasan – Banyaknya kegiatan publik yang menyebabkan penumpukan anggaran hingga Rp300 miliar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, ditanggapi santai oleh Bupati Syafii.

Menurutnya, tidak terserapnya anggaran merupakan hal yang biasa dalam sebuah instansi kepemerintahan. Bahkan, kondisi tersebut diakui tidak hanya terjadi di Kabupaten Pamekasan.

“Kita nanti akan manfaatkan di 2015, itu memang ada sisa lebih setiap tahun. Dimana-mana ada sisa lebih, bahkan di APBN juga seperti itu,” katanya santai saat ditanya wartawan, Kamis (25/6/2015).

Ia membantah adanya kecurigaan sejumlah pihak, jika mandeknya program yang mengakibatkan penumpukan anggaran itu sengaja dilakukan hanya untuk keuntungan pribadi atau kelompok dari pihak bank.

“Biasanya penganggaran dan penggunaan tidak sama, sehingga ada sisa seperti itu, dan itu bukan masalah. Dalam hal ini, kita tidak memiliki kepentingan untuk itu, jika ada keuntungan akan masuk ke daerah, tidak mungkin ke pribadi karena akuntabilitas bank rapat,” bantahnya.

Banyaknya kegiatan publik yang tidak terlaksana dibandingkan program birokrasi, menurut Syafii, lantaran adanya kendala teknik maupun non teknik. Sehingga, hal itu bukanlah persoalan yang harus diperpanjang.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan M Suli Faris mengatakan, penumpukan dana itu terkuak, setelah badan legislasi menelaah laporan kerja pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Pamekasan selama 2014.

Menurutnya, program yang tidak dilaksanakan oleh pemerintah itu sebagian besar adalah program yang berkaitan dengan pembangunan. Sehingga, fakta ini menjadi preseden buruk bagi perjalanan pemerintahan di bumi Gerbang Salam. Apalagi, penumpukan anggaran ini tidak dibenarkan dalam perundang-undangan.

“Selain itu, kami menemukan program tahun 2013 yang tidak terlaksana, kemudian dijadwal ulang tahun 2014, lagi-lagi kegiatannya tidak berjalan. Ini sangat disayangkan,” keluh politisi Partai Bulan Bintang (PBB).

“Selain itu, temuan dalam LKPJ bupati adalah perencanaan program yang tidak melalui analisis yang benar. Dan ini masih dalam kajian kami,” pungkasnya. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.