oleh

Perekonomian Nasional & Perlambatan Ekonomi Madura di Tengah Covid-19

PortalMadura.Com, Bangkalan – Dampak penyerabaran wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) cukup terasa di sektor perekonomian.

Kendati pemerintah belum memutuskan untuk melakukan lockdown, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika (USD) terus melemah.

Terkait dampak dari wabah Covid-19 dalam perekonomian skala nasional maupun di Madura, akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura (FEB-UTM), Alvin Sugeng Prasetyo, mengalisanya dengan cukup rinci.

Sebelum Covid-19

Sebelum adanya COVID-19 yang menyerang Indonesia, ekonomi Indonesia sudah terdampak akibat perang dagang China dengan Amerika Serikat, Corona Virus Wuhan, dan ‘cap’ Indonesia sebagai negara maju oleh Amerika Serikat.

Hal ini memberikan arti bahwa ekonomi Indonesia masih bersifat interdependensi. Artinya kegiatan ekonomi Indonesia masih bergantung pada negara asing, jadi ketika negara asing tersebut mengalami masalah, maka ekonomi Indonesia akan terkena imbasnya.

Efek dari masalah tersebut pertumbuhan ekonomi tumbuh (yoy) lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Perekonomian Nasional di Tengah Wabah Covid-19

Sekarang kita bisa membayangkan, Bagaimana perekonomian nasional ketika diserang Covid-19?.

Imbas dari wabah Covid-19 yang sukar terkendali membuat flow makro ekonomi Indonesia.

Pertama, Covid-19 membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia anjlok. Investor di pasar modal Indonesia banyak yang kabur, karena menganggap high risk.

Yahoo Finance menyebutkan, IHSG per 23 Maret 2020 ditutup dengan level 3.989,52, padahal sebelum Covid-19 menyerang Indonesia, IHSG berada di level 5.600 an;

Kedua, Covid-19 membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin melambat.

Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,2-4,6%.

Prediksi BI tersebut lebih rendah dibandingkan dengan prediksi Moody’s Investor Service. Lembaga tersebut memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 sebesar 4,8%;

Ketiga, defisit anggaran terhadap PDB semakin melebar. Awal direncanakan defisit anggaran terhadap PDB di tahun 2020 sebesar 1,76 persen PDB, namun defisit anggaran diperlebar menjadi 2,5 persen PDB, bahkan diusulkan di atas 3 persen;

Keempat, kurs rupiah terhadap USD tertekan hingga mendekati level Rp 17.000, dan itu adalah yang terlemah sejak era krisis moneter 1998;K

Kelima, neraca perdagangan Indonesia diprediksi akan mengalami defisit;

Keenam, cadangan devisa diprediksi juga akan turun; dan

Ketujuh, angka Non-Performing Loan (NPL) akan mengalami peningkatan. Peningkatan NPL itu diakibatkan banyaknya bisnis yang bermodalkan dana pinjaman dari bank mengalami penurunan omzet sehingga susah membayar cicilan ke bank. Hal ini karena aturan pemerintah tentang Work From Home (WFH).

Perlambatan Ekonomi Madura Akibat Covid-19

Penyebaran Covid-19 yang semakin luas juga akan berdampak pada perlambatan perekonomian secara regional di Pulau Madura.

Perekonomian Madura diprediksi akan menurun, tetapi tidak signifikan.

Hal ini karena pemerintah daerah masing-masing kabupaten tidak memberlakukan WFH, namun hanya berupa pembatasan jam kerja sebagai upaya antisipatif terhadap penyebaran Covid-19, sehingga mobilitas ekonomi tetap berjalan.

Pendapatan masyarakat kelas menengah ke bawah relatif berkurang akibat pembatasan aktivitas sosial masyarakat melalui kebijakan social distanting atau physical distancing.

Penurunan ini membuat daya beli masyarakat kelas menengah ke bawah menurun. Pedagang juga mengeluhkan penurunan omzet. Harga kebutuhan pokok seperti gula dan telur mengalami peningkatan.

Dampak lain yang akan cukup dirasakan adalah penurunan penerimaan daerah atau Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pariwisata, sebab banyak pariwisata ditutup sebagai langkah mencegah penyebaran virus Covid-19.

“Sekalipun pariwisata tidak ditutup, kebijakan pemerintah untuk melakukan physical distancing juga sangat berpengaruh terhadap jumlah wisatawan yang berkunjung, dikarenakan kondisi darurat terhadap wabah Covid-19,” tutupnya.(*)

Penulis : Ubay
Editor : Nurul Hijriyah
Tirto.ID
Loading...

Komentar