oleh

Perempuan Dituntut Kreatif

SYAFRINA FARAH DIBA yang biasa disapa RINA mempunyai pemikiran yang cemerlang dalam memandang kehidupan masa depan yang penuh dengan banyak tantangan.

Menurut perempuan yang murah senyum ini, dalam menjalani hidup tidak cukup menyandang gelar akademik tanpa mempunyai kreativitas yang mampu menjawab tantangan zaman diera globalisasi dan era teknologi.

“Perempuan itu tidak cukup hanya mempunyai pendidikan tinggi, tanpa dibarengi dengan kreativitas yang mumpuni untuk menjawab tantangan masa depan. Ini butuh kreativitas yang benar-benar berkualitas,” kata perempuan pemilik sanggar senam HYGI, di Jalan Kamboja Pajagalan, Sumenep, Madura, Jatim.

Perkembangan dunia teknologi dan era globalisasi, perempuan dituntut berbenah diri dan meningkatkan kualitas dirinya untuk berperan aktif ditengah kehidupan masyarakat yang majemuk dan kritis.

“Kreatif itu wajib, tetapi dalam menjalankan tugasnya sebagai kholifah dimuka bumi tidak cukup hanya untuk dirinya, tentu harus berjuang untuk masyarakat,” ujar Rina kelahiran Sumenep, 20 Agustus 1974 ini.

Semakin kompleksnya kebutuhan hidup seseorang seringkali lupa terhadap kewajiban dirinya dalam bermasyarakat. Padahal, terukur tidaknya kesuksesan seseorang itu juga tidak terlepas dari peran lingkungan/masyarakat.

“Dalam posisi inilah, perempuan Madura dituntut kreatif dan hidup ini tidak samata-mata hanya untuk dirinya,” tandas perempuan yang menggunakan behel gigi.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.