Perempuan Masih Dianggap ‘Second Class’, PC Kopri PMII Sumenep Gelar SKK III

Avatar of PortalMadura.com
Perempuan Masih Dianggap 'Second Class', PC Kopri PMII Sumenep Gelar SKK III
Nurwaidah (@kopripmiisumenep)

PortalMadura.Com, Sumenep – Kaum perempuan masih dianggap sebagai insan kelas dua (second class) di tengah kehidupan masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Anggapan itu, sampai pada telinga para kader PC Kopri PMII Sumenep, sehingga organisasi gerakan mahasiswa dan kaderisasi yang berlandaskan Islam ahlussunah waljamaah ini, memandang perlu menggelar Sekolah Kader Kopri (SKK) III.

Ketua Umum PC Kopri PMII Sumenep Nurwaidah menyampaikan, tingkat kesadaran perempuan untuk menempuh pendidikan tinggi masih rendah. Umumnya, masyarakat masih berfikir, bahwa jika sudah menikah perempuan itu tidak akan kemana-mana.

“Memang tidak akan kemana-mana, tetapi yang perlu dipahami adalah perempuan itu merupakan madrasah (sekolah) pertama bagi anak-anaknya. Maka, perempuan itu harus cerdas dan memiliki pendidikan yang berkualitas,” tegas Nurwaidah, pada PortalMadura.Com, Senin (18/7/2022).

Menurut Waidah, sapaan akrab Nurwaidah, kesadaran kaum perempuan Sumenep untuk menempuh pendidikan tinggi, khususnya pedesaan masih pada kisaran 25 persen.

Padahal, kata dia, dari jumlah penduduk Sumenep yang mencapai 1 juta lebih, 581 ribu lebih di antaranya adalah kaum perempuan. Artinya, jumlah perempuan itu jauh lebih besar.

Baca Juga:  Serangan Virus, Petambak Udang di Sumenep Merugi

Selain itu, warga kota yang tergolong peduli dan sadar akan pendidikan putra-putrinya, namun lemah pada tingkat sosial kemasyarakatan. “Yang penting anak sekolah dan dapat kerja. Itu yang ada dalam benak mereka. Namun bagaimana dengan peran sosial yang harus dilakukan, porsinya sangat kecil,” katanya.

Ia ingin menegaskan, bahwa pendidikan itu jauh lebih bermakna dan penting dalam kehidupan manusia yang tujuannya bukan sekedar untuk mencari atau mendapat pekerjaan.

Kemajuan suatu bangsa, kata dia, salah satunya terletak bagaimana tingkat kualitas pendidikan warganya. Maka, perempuan itu memiliki peranan penting di tengah kehidupan masyarakat.

“Pendidikan itu nomor satu. Kalau kita mewariskan kekayaan akan cepat habis. Tetapi, kalau kita mewariskan ilmu, tidak akan pernah ada habisnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Wakili Jatim, Atlet Sumenep Sumbang 4 Medali Kejurnas Atletik 2022

Saat ini, kata dia, perempuan wajib mengambil porsi dan berperan aktif dalam semua lini kehidupan. “Misalnya, kuota 30 persen dalam lembaga politik perlu dimanfaatkan. Pada sektor lain, peran perempuan juga tidak dibatasi,” terangnya.

Maka pihaknya mengharapkan, dari SKK III PC Kopri PMII Sumenep yang akan dilaksanakan selama 4 hari sejak Jumat (22/7/2022) di Aula PCNU Sumenep, menjadi modal untuk terjun ke masyarakat dan tidak lagi ada anggapan bahwa perempuan itu, second class.

“Yang harus diingat, bahwa perempuan itu harus berfikir, bergerak dan berdialektika. Silakan aplikasikan apa yang didapat dari SKK III itu,” tandasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, SKK III yang mengambil tema “Transformasi Gerakan Kopri dalam Mendobrak Isu-isu Bias Gender” mendatangkan sejumlah pemateri, di antaranya, anggota DPRD Sumenep Hj. Melly Sufianti (stadium general), Elly Nur Angraini Staf Bawaslu Jatim, Khodaifah Owner Arya Shop, Hartono CEO PortalMadura.Com, Tin Mayyah, Dini Adhiyati, Raudlatun, Muliatul Maghfirah dan Nunung Fitriyana.(*)

Baca Juga:  Tasyakuran Asyura, Bupati Sumenep Bongkar Filosofi Religius Lagu Perdananya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.