oleh

Perlu Ada Pembenahan Manajemen PT WUS dan PD Sumekar

SUMENEP (PortalMadura) – Dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yakni PT Wira Usaha Sumekar (WUS) dan PD Sumekar dinilai kurang sehat, akibatnya dua perusahaan itu tidak berkontribusi kepada pendapatan asli daerah (PAD).

“Kalau kami lihat dua perusahaan milik daerah ini secara menejemen kurang sehat dan perlu diperbaiki agar bisa menyumbang ke PAD,” kata Wakil Ketua Komisi B, DPRD Sumenep, Dwita Andriani, Senin (24/02/14).

Ita sapaan akrab Dwita Andriani memaparkan, tidak ada alasan untuk tidak berkontribusi ke PAD, sebab dua perusahaan tersebut sudah mendapatkan penyertaan modal dan objek usahanya memang layak komersial seperti obat-obatan dan BBM.

“Kalau PD Sumekar yang bergerak dibidang usaha obat-obatan itu kan pasti ada hasil, apalagi PT WUS yang bergerak dibidang BBM,” ujarnya.

Dia berjanji, akan memanggil pihak PT WUS dan PD Sumekar guna mempertanyakan kenapa perusahaan tersebut tidak berkembang bahkan kontribusi ke PAD tidak ada.

“Kami perlu bertemu dengan pihak perusahaan itu untuk mempertanyakan, apa sebenarnya yang terjadi kok sampai tidak ada sumbangsihnya ke PAD,” ungkapnya.

Pada tahun 2013, PD Sumekar mendapatkan penyertaan modal sebesar Rp 500 juta dan PT WUS sebesar Rp 1,1 milyar. Kontribusi ke PAD, PD Sumekar ditarget Rp 39 juta dan PT WUS target Rp 500 juta, namun dua perusahaan itu sama sekali tidak ada kontribusi ke PAD.(arif/htn).


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.