oleh

Pertolongan Pertama Saat Kepala Bayi Terbentur

PortalMadura.Com – Setiap balita pasti aktif bergerak ketika berada dirumah. Ada saja hal yang dilakukan anak ketika mengeksplorasi seluruh sudut ruangan. Salah satu kejadian yang paling ditakutkan orang tua, ketika kepala bayi terbentur. Biasanya Anda akan langsung panik ketika melihat bayi tergeletak sambil menangis kencang saat kepalanya terbentur.

Tidak perlu khawatir, ada beberapa cara untuk menangani hal ini. Dilansir dari laman Kompas.Com, Kamis (8/9/2020) berikut cara menangani kepala bayi terbentur.

Kompres Dingin

Pertolongan pertama saat kepala bayi terbentur dengan melakukan kompres dingin. Kompres area kepala bayi yang terbentur atau yang terdapat luka, menggunakan es batu yang dibungkus kain atau handuk lembut selama kurang lebih 20 menit.

Kompres luka tersebut setiap 3-4 jam sekali. Kompres dingin bertujuan untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan yang terjadi.

Bersihkan Luka Terbuka

Apabila ada luka terbuka, tekan perdarahan selama 10 menit terlebih dahulu. Lalu, lakukan cara membersihkan luka dengan air hangat dan sabun bayi. Oleskan salep yang mengandung antibiotik untuk bayi guna mencegah infeksi. Kemudian, tutup luka terbuka menggunakan plester atau kain lembut.

Berikan Obat Pereda Nyeri

Anda bisa memberikan paracetamol khusus bayi dan anak dengan dosis yang wajar sebagai pertolongan pertama kepala bayi terbentur, apabila diperlukan. Tetapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak untuk memastikan obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi oleh anak.

Istirahatkan Bayi

Saat kepala bayi terbentur, mungkin akan kaget dan menangis. Anda dapat membiarkan bayi untuk beristirahat sejenak. Sesekali cek apakah bayi Anda masih bernapas seperti biasa dan tetap responsif. Segera cari bantuan medis apabila bayi tidak dapat dibangunkan.

Pantau Gejala yang Tidak Biasa

Jika bayi menunjukkan tanda-tanda atau gejala tidak biasa setelah terbentur, susah makan, dan menjadi rewel, segera periksakan ke dokter anak. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai kondisi buah hati Anda.

Rewriter : Oktaviana Dwi K.K
Sumber : Kompas.Com

Komentar