Petani Tembakau di Sumenep Dihantui Cuaca Mendung

  • Bagikan
portalmadura

SUMENEP (PortalMadura) – Petani tembakau di kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belakangan ini dihantui cuaca mendung. Sejak dua pekan terahir, cuaca mendung menyelimuti ujung timur Pulau Garam.

Munculnya mendung yang berkepanjangan menandakan musim hujan semakin dekat, sementara tembakau para petani masih banyak yang belum panen. Hal itu yang membuat para petani was-was akan kondisi cuaca. Karena, cuaca mendung itu akan merusak harga tembakau baik tembakau kering maupun basah.

“Pada proses produksi tembakau membutuhkan sinar mata hari. Jika mendung apalagi hujan tembakau akan membusuk dan mempengaruhi kwalitas pada saat proses pengeringan,” kata Surahwi (45), salah seorang petani tembakau asal Desa Lanjuk, Kecamatan Manding, Sumenep, Minggu (20/10)13).

Menurut dia, jika tembakau yang belum dipanen terkena hujan, maka akan rusak total. Saat ini, dampak cuaca yang mendung, telah dialami banyak petani.

Dari empat petak tanaman tembakau yang dimiliki Surahwi, kini harus dijual seharga Rp3,5 juta. Padahal, dua pekan lalu sudah laku seharga Rp4 juta. “Karena sering mendung, ya akhirnya pedagang tembakau itu meminta untuk diturunkan harganya,” ujarnya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, musim penghujan untuk wilayah Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) akan terjadi selama Oktober hingga akhir tahun ini.

Hujan juga akan disertai angin kencang dan petir. Itu karena persebaran awan yang tidak merata. Tumpukan awan hitam pekat tersebar hampir di seluruh kabupaten di Madura.(arif/htn)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.