Pilkada Sumenep 2024, Abu Hasan Siap Tolak Rekom Partai Bila …

Avatar of PortalMadura.Com
Pilkada Sumenep 2024, Abu Hasan Siap Tolak Rekom Partai Bila ...
H. Abu Hasan, SH

PortalMadura.Com, – Kader militan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep, Madura, Jawa Timur, akan menolak dengan tegas bila rekom partainya untuk jatuh ke dirinya pada posisi calon wakil bupati (Cawabup).

“Saya sudah komitmen sejak awal. Saya mendaftar di PKB dan tidak mendaftar di partai lain. Seandainya, PKB merekomendasi saya untuk nyalon sebagai wakil bupati, saya tidak bersedia,” tegas Abu Hasan.

Pernyataan tersebut dikutip portalmadura.com, Minggu (12/5/2024) pada wawancara eksklusif di kanal YouTube PortalMaduraTV, “ISTIKAMAH BACABUP PKB”.

Putra kepulauan ini menyampaikan alasannya, bahwa dirinya tidak mungkin melaksanakan kebijakan seutuhnya untuk kemaslahatan masyarakat bila hanya posisi wakil.

“Misalnya, PKB harus berkoalisi dengan partai lain dan PKB menyiapkan wakilnya. Biarlah! kader yang lain saja. Bagi saya tidak selesai berfikir dan cita-cita mulia itu hanya bisa dilaksanakan dengan pola maksimal bersama PKB pada posisi pimpinan (bupati),” tandasnya.

Hasil Pemilu 2024, PKB Sumenep mampu mengantarkan kader terbaiknya ke kursi legislatif sebanyak 10 orang atau sebagai pemenang kedua setelah PDI Perjuangan meraih 11 kursi. Dengan perolehan 10 kursi, maka PKB sudah cukup syarat untuk mengusung calon sendiri pada Pilkada Sumenep 2024.

Menurut Abu Hasan, bila tidak ada garis tangan menjadi calon bupati yang diusung PKB atau tidak menjadi bupati, tetap akan bersama PKB. “Politik bagi saya adalah penyemangat bisnis saya. Karena kalau dihitung-hitung antara potensi keuangan lebih dominan [untung] mengelola bisnis,” terangnya.

Selama ini, dirinya aktif sebagai kader PKB justru menjadi ladang untuk menyalurkan rejeki yang telah diraup dari hasil bisnis yang dijalankan. “Alhamdulillah, rejeki yang saya dapat dari bisnis itu sedikit-sedikit saya sumbangkan untuk biaya politik,” katanya.

Salah satu usaha yang dijalankan Abu Hasan adalah properti. Pria yang dibesarkan di pondok pesantren ini juga pecinta bonsai dengan omzet miliaran rupiah.(*)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.