oleh

Piring Keraton Sumenep Ajaib, Nasi Tak Basi dalam Waktu Lama

PortalMadura.Com, Sumenep – Keraton Sumenep yang berada di ujung timur Pulau Madura, Jawa Timur, merupakan kediaman resmi para Adipati/Raja-Raja.

Selain sebagai tempat untuk menjalankan roda pemerintahan, Kerajaan Soengenep (Sumenep) dapat dibilang kerajaan kecil (setingkat Kadipaten) kala itu.

Sebab sebelum wilayah Sumenep dikuasai VOC, Sumenep masih harus membayar upeti kepada kerajaan-kerajaan besar, seperti Singhasari, Majapahit, dan Kasultanan Mataram.

Sudah tercatat 35 raja dan 15 bupati hingga kepemimpinan Bupati Sumenep A. Busyro Karim – Achmad Fauzi (periode 2016-2021).

Jejak masa Kerajaan Soengenep terpapar jelas di berbagai buku dan pelajaran sejarah. Bahkan, benda-benda sebagai bukti sebuah keraton dapat dibuktikan.

Salah satunya bangunan museum Keraton Sumenep yang di dalamnya banyak peninggalan atau benda bersejarah yang sudah diakui lembaga berwenang dan terjaga dengan baik.

Bahkan, cerita tutur dari para penjaga Keraton Sumenep hingga kini masih mengalir, unik dan asyik untuk didengarkan serta dapat diambil manfaatnya.

Salah satunya piring yang disebut-sebut unik dan ajaib.

Keajaiban yang sulit diterima oleh sebagian orang, adalah dengan keberadaan sebuah piring berbentuk oval di Museum Keraton Sumenep.

Piring yang satu itu, konon mampu mengawetkan nasi dalam waktu cukup lama alias tidak basi. Itu terjadi pada masa pemerintahan Sultan Abdurrachman yang berkuasa dari tahun 1811-1854.

Piring yang saat ini dipajang di dalam Museum Keraton Sumenep dan ditempatkan di dalam kotak kaca terkunci merupakan pemberian Raja Sampang, Condro Negoro, sekitar tahun 1830.

Piring hidangan tersebut di tempatkan di dalam ruangan bangunan 2 atau yang dikenal dengan Kantor Koneng (Kantor Raja) tempo dulu. Di tengah piring yang berbentuk oval terdapat gambar raja dan tulisan tahun pembuatan yang cukup jelas untuk dilihat.

Keunikan lainnya, ada kaca besar di pintu masuk Kantor Koneng. Kaca itu, untuk para punggawa keraton atau tamu yang akan menghadap raja. Sebelum menghadap diharuskan menggunakan kaca tersebut.

Alat-alat musik tradisional, seperti krincing, ketipung, dan tempat makanan lainnya yang terbuat dari keramik kuno ikut dipajang. Bahkan, tempat tinta raja, tempat penyimpanan tembakau, tempat kecantikan para putri keraton, baju perang, keris dan dokumen penting kenegaraan ada di gedung kedua tersebut.

Penasaran kan? tidak ada salahnya bila Anda berkunjung ke Museum Keraton Sumenep sebagai wahana belajar sejarah dan buktikan keunikan serta fakta lainnya.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Hartono
Tirto.ID
Loading...

Komentar