Pita Hitam Melingkari Bolaku

Pita Hitam Melingkari Bolaku
Ilustrasi (pexels/Ksenia Chernaya)

Tangisan di malam kelabu

Jeritan minta tolong yang bising

Dentuman keras mengeluarkan gas

Asap pekat telah menelan ratusan jiwa

Mataku pedih, dadaku sesak

Perlahan tubuhku tersungkur

Tergeletak tak berdaya dan terinjak-injak

Terjebak dalam sorak sorai kerumunan

Entah di mana jalan keluar

Pamit menonton sepak bola

Pulang sudah tak bernyawa

Pamit dengan kostum biru

Namun yang datang malah tubuh yang membiru

Isak tangis ratusan ibu kehilangan anaknya

Nasib duka sudah tercatat dalam takdir-Nya

Satu Oktober dua ribu dua puluh dua

Negeri ini berduka

Tercatat dalam sejarah sepak bola

Sebagai luka paling menganga dan berdarah

Ribuan bunga dihujani air mata

Doa bersama digelar di mana-mana

Memantik beribu lilin

Mengenang kanjuruhan

*Pengirim : Luh Putu Ema Noviyanti ( Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.