oleh

PLKB Kurang, Pelayanan KB Kepulauan Tak Maksimal

PortalMadura.Com, Sumenep – Tenaga penyuluh Keluarga  Berencana (KB) di Kecamatan Arjasa, kepulauan Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur terbatas. Akibatnya, menjadi kendala terhadap menyebaran informasi penggunaan alat kontrasepsi KB bagi masyarakat setempat.

Selama ini, banyak masyarakat kepulauan yang belum mengenal program pemerintah, utamanya alat pengatur kelahiran yang menjadi program pemerintah. Masyarakat masih menggunakan cara tradisional untuk mengatur jarak kelahiran.

“Sesuai Juknis (Petunjuk Tekhnis) yang dianjurkan, minimal satu desa satu orang Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Tapi di Arjasa hanya ada empat petugas. Jadi, masih kurang sebanyak delapan petugas lagi,” kata Ach. Masuni, Kepala BPMP dan KB Kabupaten Sumenep, Minggu (26/4/2015).

Sedangkan petugas penyuluh KB  yang ada di Kecamatan Arjasa, sebanyak empat orang tenaga. Sementara jumlah desa yang ada di kecamatan tersebut,  berjumlah 19 desa, sehingga masih kurang 15 tenaga lagi.

Untuk memenuhi kekurangan tenaga penyuluh itu, BPMP dan KB Sumenep akan melakukan rekrutmen tenaga penyuluh baru. Sehingga penyebaran tentang alat kontrasepsi dari pemerintah bisa sampai ke masyarakat.

“Kami tetap akan mengusahakan penambahan tenaga penyuluh di Arjasa, Insya-Allah dalam waktu dekat,” janjinya.

Rekrutmen tenaga penyuluh baru akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Sebab, yang berhak menentukan rekrutmen baru adalah BKPP (Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan).

“Saat ini petugas di UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) ada tiga pegawai yang berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil), yakni Kepala UPT, Penyuluh KB dan PLKB. Sementara yang lain masih berstatus sukwan yang awalnya merupakan kader desa,” pungkasnya.(udin/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.