oleh

PMI Bangkalan Mengalami Krisis Darah

PortalMadura.Com, Bangkalan – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI), Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur mulai menipis.

Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesian (PMI) Bangkalan, dr Fachrur Rosi menyampaikan, Kekurang stok darah tersebut dikarenakan pasien Demam Berdarah yang ada di RSUD sangat banyak.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Saat ini lagi musim penyakit demam berdarah dan penyakit yang lainnya, Makanya stok darah sekarang sampai kritis,”Katanya, Sabtu (6/4/2019).

Pihaknya, Saat ini lagi berupaya untuk menjalin kerjasama denga perguruan tinggi maupun instansi-instansi yang ada di Bangkalan maupun di Surabaya agar kekurangan darah tersebut bisa segera diatasi.

“Kita saat ini mencari solusi lain dengan bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Alhamdulillah saat ini Universitas Surabaya (Unisa) sudah biasa kerja sama dengan kita,” ujarnya.

Keberadaan kantong darah saat ini sangat menipis bahkan sudah ada di di bawah angka ideal.

“Untuk stok idealnya per golongan darah minimal 50 kantong, tetapi untuk saat ini keberadaan kantong darah yang ada di kami hanya ada di bawah seratus kantong. Itupun semua golongan,” jelasnya.

Permintaan darah untuk semua golongan sangat banyak, hanya golongan darah A yang sedikit.

“Permintaan golongan darah relatif sama hanya golongan darah A yang paling sedikit (minim),” katanya.

Pihaknya mengeluh terkait minimnya anggaran dari Pemerintah Daerah (Pemda) yang di gelontorkan ke PMI Bangkalan. Dalam dua bulan terakhir mengalami defisit.

“Saat ini defisit anggaran mencapai Rp10 juta per bulan,” pungkasnya.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar