oleh

PMII Geruduk Kantor Disdik Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menggelar aksi ke Dinas Pendidikan (Disdik) setempat.

Mereka mengkritisi penempatan guru yang dinilai tidak merata antara kota dan desa. Dalam orasinya, di desa kebanyakan guru berstatus non PNS.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Keberadaan gedung sekolah di Kabupaten Bangkalan juga disebut-sebut banyak yang sudah ambruk dan ada yang kurang layak diproses belajar mengajar.

“Disdik seakan sengaja membiarkan kondisi gedung sekolah yang rusak, dan ketimpangan guru yang sengaja tak diratakan,” kata orator aksi, Suhaibin Sofa, Kamis (26/12/2019).

Mereka juga meminta agar kepala Disdik mundur apabila tidak bisa memperbaiki kondisi pendidikan pada tahun 2020.

“Kalau bapak tidak bisa memperbaiki pendidikan yang ada di Bangkalan mendingan bapak langsung mundur aja dari jabatannya,” ujarnya.

Selain itu, massa aksi juga menuntut agar Disdik lebih serius agar bisa mengoptimalkan peran Koordinator Wilayah (Korwil). Di sisi lain, peserta aksi juga minta menerapkan e-sistem dan mengeluarkan kebijakan objektif Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Baca Juga : Minta Naikkan Gaji, Ratusan Perawat Datangi Kantor DPRD Sumenep

Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, berjanji akan memperbaiki semua bidang yang ada di pendidikan.

“Mulai dari gedung yang rusak nanti kami bangun, dan semuanya yang menjadi tuntutan akan kami laksanakan dengan baik,” pungkasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar