oleh

Polisi Bubarkan Seni Musik di Hajatan, Pelaku Seni Sumenep Nganggur & Jual Alat Musik

PortalMadura.Com, Sumenep – Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, gencar membubarkan hiburan di hajatan warga. Setidaknya pembubaran itu sudah terjadi di lima lokasi di penghujung bulan September 2020.

“Hiburannya yang tidak boleh, kalau hajatan tidak melarang,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S, pada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Pembubaran hiburan di sejumlah lokasi hajatan warga tersebut dalam usaha menghindari kerumunan warga dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Dalam video yang sedang viral diberbagai platform media sosial, pembubaran terhadap kelompok seni musik itu, terjadi saat manggung di hajatan warga yang menyajikan electone dan sinden.

Namun, catatan PortalMadura.Com, selama memasuki new normal, seni musik di sejumlah lokasi hajatan warga desa sempat berlangsung. Sajian musik itu sebagai hiburan menyambut undangan.

Salah satunya, sajian ludruk Rukun Karya yang diabadikan PortalMaduraTV di wilayah Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Kelompok seni Sumenep sempat menyambut baik saat seni musik bisa tampil di hajatan warga yang penontonnya adalah undangan.

Namun, tontonan seni musik kini dilarang keras dalam usaha menghindari kerumunan.

Merespon larangan tersebut, salah seorang pelaku seni Sumenep, Ucie Maulidia berharap ada kebijakan yang merujuk pada kearifan lokal.

“Teman-teman seni itu sudah mengikuti protokol kesehatan. Kami datang [manggung] karena diundang,” katanya.

Bahkan, seni musik yang tampil diacara hajatan warga bukan tontonan umum, tapi sajian bagi undangan.

Selama pandemi Covid-19, para pelaku seni, kata dia, tidak memiliki pekerjaan lain dan hanya berdiam diri di rumah.

Bahkan, selama pandemi Covid-19, pelaku seni tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah. “Karena nganggur dan tidak ada pendapatan, ada yang menjual alat musiknya [gitar],” katanya.(*)

Komentar