oleh

Polisi Dalami Jumlah dan Aliran Uang Kasus OTT Pasar Lenteng

PortalMadura.Com, Sumenep – Penyidik Polres Sumenep, Jawa Timur, mendalami jumlah dan aliran uang dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan Pungutan Liar (Pungli) di UPT Pasar Lenteng.

“Ada barang bukti berupa uang tunai Rp 17,3 juta yang kami sita dari para tersangka. Ini masih dikembangkan untuk mengetahui kemungkinan uang yang dipungut oleh para tersangka tersebut, jumlahnya lebih dari itu,” kata Kapolres Sumenep, AKBP Darman di Sumenep, Rabu (1/7/2020).

Selamat Ibadah Puasa

Pada Minggu (28/6/2020) siang, polisi melakukan OTT dugaan pungutan liar atas penggunaan los baru di UPT Pasar Lenteng, Sumenep.

Polisi menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yakni S, J, dan MR.

Tersangka S dan J adalah Pegawai Harian Lepas (PHL) di UPT Pasar Lenteng, sementara MR adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di UPT Pasar Lenteng.

Para tersangka mendatangi dan menawarkan para pedagang bisa menempati los baru di Pasar Lenteng, dengan kompensasi atau jika menyerahkan uang.

Polisi menyebutkan 18 pedagang di Pasar Lenteng menjadi korban pungutan liar yang dilakukan para tersangka.

Darman menjelaskan, sesuai hasil pemeriksaan, uang hasil pungli itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh MR.

Baca Juga : Polisi: Tersangka Tawari Pedagang Tempati Los Baru dengan Konpensasi Uang

“Semuanya akan kami kembangkan. Namun, untuk sementara sesuai hasil pemeriksaan memang dipakai sendiri oleh MR. Belum ada yang disetor ke atas,” ujarnya, menerangkan.

Secara keseluruhan hingga Rabu (1/7/2020), polisi telah memeriksa 10 orang, baik saksi maupun tersangka.

Para tersangka dijerat dengan pasal 12 huruf e UU 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 KUHP.

Polisi juga telah menahan para tersangka di ruang tahanan Mapolres Sumenep sejak Senin (29/6/2020). (*)

Tonton Juga : Polisi Ringkus Tiga Pelaku Pungli Pasar Lenteng Sumenep

Penulis : Slamet HD
Editor : Raudatul Fitrah

Komentar