oleh

Polisi Dalami Motif Pemukulan Aktifis Oleh Orang Tak Dikenal

PortalMadura.Com, Sampang – Kepolisian Resort (Polres) Sampang, Madura, Jawa Timur hingga saat ini mengaku masih terus mendalami motif pemukulan yang dilakukan orang tak dikenal terhadap Ketua Aktifis Fajar Nusantara, Moh Jakfar.

Kapolres Sampang, AKBP Yudo Nugroho Sugianto, melalui Kasat Reskrim, AKP Hari Siswo, mengaku masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.

“Tetap kita lidik, pelaku masih dicari. Kalau tertangkap akan diproses sesuai dengan hukum,” kata AKP Hari Siswo, singkat di konfirmasi wartawan, Rabu (29/4/2015).

Peristiwa pemukulan terhadap Ketua aktivis Fajar Nusantara itu, terjadi, Selasa (28/4/2015), sekitar pukul 20.45 Wib.

Saat itu, korban bersama istrinya hendak pulang ke tempat kosnya di kawasan Perumahan Selong Permai usai belanja di salah satu pusat perbelanjaan di Sampang.

Sesampainya di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jalan Jamaluddin, sepeda motor korban di buntuti oleh sepeda motor tak dikenal.

Tanpa ada basa-basi, pelaku langsung memukul korban dengan kayu balok tiga kali berturut-turut.

“Saya bonceng ke istri, tiba-tiba orang itu langsung memukuli saya dengan kayu balok pada bagian leher,” kata Moh Jakfar saat ditemui awak media, Rabu (29/4/2015).

Meski sempat melihat wajah tersangka, Jakfar mengaku tidak mengenali kedua wajah yang mengendarai motor jenis metic itu.

“Tidak kenal, tapi ciri-ciri dua orang itu, bertubuh kekar tinggi, yang memukul memakai helm warna merah,” jelasnya.

Ia mengaku tidak merasa mempunyai masalah pribadi dengan siapun, namun selama bergabung dengan Parlemen Masyarakat Sampang Dizholimi (Parmadi) untuk mengawal kasus dugaan korupsi ditubuh BUMD, ia banyak mendapat kecaman dari orang tak dikenal melalui telefon.

“Kalau ke saya pribadi tidak, tapi kalau ke Parmadi banyak,” pungkasnya.(lora/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.