Polisi Dalami Pengeroyokan Nelayan dan Perusahakan Perahu

Avatar of PortalMadura.com
Polisi Dalami Pengeroyokan Nelayan dan Perusahakan Perahu
Ilustrasi (NET)

PortalMadura.Com, Bangkalan – Dugaan pengeroyokan nelayan dan perusakan perahu di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, dalam proses didalami petugas kepolisian setempat.

Korbannya, Sumli, warga Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

“Iya betul, saat ini sedang kami dalami lebih lanjut,” terang Kasat Polair Polres Bangkalan, AKP Ludwi Yarsa Pramono, Senin (15/2/2021).

Dugaan pengeroyokan tersebut terjadi saat korban ada di atas perahunya di perairan desa setempat yang hendak pulang usai mencari ikan, Minggu (14/2/2021).

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmawas) Nelayan Arosbaya, Bangkalan, Bilal Kurniawan menyebutkan, pelaku tidak dikenal sebanyak tiga orang yang juga ada di atas perahu.

“Tiba-tiba perahu Sumli ditabrak oleh perahu pelaku yang tidak dikenal itu,” terangnya.

Baca Juga:  ABG Bunuh Bocah Niat Kuasai Perhiasan Divonis 10 Tahun

Awalnya, korban berusaha bertanya alasan menabrak perahunya. Namun, ketiga pelaku justru mengeroyok dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan jangkar perahu.

“Lalu, korban di lempar ke laut,” katanya.

Akibatnya, korban mengalami luka bacok di kepala sedalam 0,5 sentimeter panjang 10 sentimeter. Korban mendapat perawatan medis dengan 11 jahitan.

“Lengan korban juga memar dan perahunya dirusak,” terangnya.

Pihaknya menduga pelaku menggunakan jaring trawl. Atas kasus ini, ia mengaku sudah melaporkan ke Polair dan Polsek.

Sementara, Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Bangkalan, Mohammad Zaini menjelaskan, identitas pelaku pembacokan belum diketahui.

Namun, kasus dugaan pengeroyokan sudah ditindaklanjuti oleh Polair dan Poskamladu. “Kami berupaya agar nelayan mendapatkan program perlindungan,” katanya.(*)

Baca Juga:  Diduga Pelaku KDRT, Polisi Sumenep Ringkus Oknum Karyawan Perhutani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.