oleh

Polisi Sumenep Usut Perkosaan Dalam Masjid

SUMENEP (PortalMadura) – Penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan kasus pemerkosaan atau mesum yang terjadi dalam sebuah masjid di Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, yang dilakukan ketua takmir masjid terhadap ibu janda yang hendak meminta azimat penglarisan.

“Laporan sudah masuk. Penyidik baru memeriksa pelapor. Langkah selanjutnya baru pemeriksaan saksi-saksi,” terang Humas Polres Sumenep, AKP Bagyo Supriatmanto, Sabtu (7/12/2013).

Perbuatan mesum tersebut berawal saat ibu janda bernama Kn (45), warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep hendak meminta azimat penglarisan terhadap ketua takmir salah satu masjid di desanya, bernama Haji Sf (55).

“Kejadian perbuatan mesum kira-kira jam 12 malam, mas!. Saat itu, kakak saya diminta datang ke masjid jam 10 malam. Tapi, masih disuruh menunggu karena azimat penglarisannya masih dibuat,” kata adik korban, Firman Azhari (40) saat di Mapolres Sumenep.

Korban yang sehari-harinya menjual pentol mempunyai keinginan agar jualannya tambah laris, sehingga minta tolong pada pelaku. Namun, selama menunggu proses pembuatan azimat penglarisan ternyata pelaku mempunyai maksud lain terhadap janda yang sudah lama suaminya meninggal.

Selama dua jam, korban diminta melayani nafsu birahi sang ketua takmir. Korban pun tidak bisa melawan, karena sudah mendapat ancaman akan dibunuh bila tidak melayani atau berteriak. Iman sang takmir pun rontok saat melihat kemolekan tubuh sang janda yang masih bahenol dan terawat.

“Saya hampir tidak bisa bernafas didekap pak takmir selama dua jam, tubuh saya sampai lunglai dan tidak berdaya waktu itu,” kata kuswariyatun, seperti ditirukan adik korban Firman Azhari (40), saat mendampingi kakaknya ke Mapolres Sumenep.

Perbuatan bejat tersebut terungkap saat warga sekitar ramai-ramai mendatangi masjid. Sebab, situasi keamanan dilingkungan masjid tersebut sedang tidak kondusif. Barang-barang masjid sering hilang. “Saat warga ramai-ramai mendatangi masjid. Pelaku sempat meminta warga untuk pulang dan tidak ada yang perlu dicurigai,” katanya.

Namun, karena masyarakat sudah menduga ada hal yang tidak wajar, tetap berusaha mencari tahu siapa perempuan yang masuk masjid. Alhasil, korban tertangkap warga saat keluar lewat pintu belakang masjid. Lalu, warga melakukan introgasi dan menyerahkan pada aparat desa setempat. Hingga akhirnya melaporkan kasus tersebut pada aparat kepolisian.(udien/htn).


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE