Polisi Tangkap Oknum PNS Pesta Sabu Bersama Dua Rekannya

Polisi Tangkap Oknum PNS Pesta Sabu Bersama Dua Rekannya
ilustrasi

PortalMadura.Com, – HP (34) seorang Pegawai Negeri Sipil () warga Dusun Barat, Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, Jawa Timur tertangkap basah saat asyik berpesta narkoba jenis -sabu (SS).

Oknum PNS yang bertugas di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pamekasan tersebut mengkonsumsi sabu bersama dua rekannya atas nama AR (23) warga Desa Polagan, Kecamatan Galis dan AFN alias Pepeng (36) asal warga Dusun Pakong, Desa Durbuk, Kecamatan Pademawu.

“Ketiganya ditangkap saat berpesta sabu di rumah AFN alias Pepeng yang menjadi bandar sabu selama ini,” ujar Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP H.R Mulyadi, Minggu (10/1/2016).

Menurutnya, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa di tempat kejadian perkara (TKP) sering menjadi lokasi pesta barang haram. Apalagi, tersangka AFN dalam beberapa bulan terakhir memang sudah menjadi incaran petugas.

“Informasi terakhir dari masyarakat bahwa rumah AFN akan kedatangan dua tamu yang hendak berpesta sabu. Karena tidak mau kecolongan, kami langsung bergerak menuju TKP,” tegasnya.

Baca Juga

Salah satu tersangka diketahui hendak melarikan diri dari jendela rumah saat polisi menggerebek ketiganya. Namun, karena rumah yang dijadikan tempat berpesta sabu sudah dikepung petugas, mereka tidak bisa berkutik.

Penggerebekan yang dipimpin oleh Iptu H. Muchlis Sukardi, Sabtu (9/1/2016) sekitar pukul 19.00 Wib itu, berhasil mengamankan barang bukti (BB-) berupa  2 poket berisikan SS seberat 10 gram, 4 buah handphone, 2 unit sepeda motor, 2 buah alat hisap dan sejumlah uang yang hingga detik ini belum dihitung oleh petugas. (Marzukiy/har)

Dapatkan Barang Elektronik Dengn Harga Termurah Cek >> Rekomendasi Elektronik.
Jangan Lupa Ikuti kami di Google Berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.