oleh

Politisi PDIP DPR RI : Penting Ditanamkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

PortalMadura.Com, Pamekasan – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR RI, MH. Said Abdullah menggelar sosialisasi empat pilar di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2020).

Politisi senior yang kini menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI tersebut mengatakan, bangsa Indonesia yang majemuk, berbeda RAS, agama dan budaya sangat penting memahami tentang konsep berbangsa dan bernegara agar bisa hidup damai dan rukun di tengah perbedaan itu.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

“Sangat penting bagi kita agar ditanamkan dalam diri kita tentang kesadaran kepada publik, tentang konsep berbangsa yang penuh toleransi, menghargai segala perbedaan, hidup bergotong royong yang penuh rasa welas asih, dan menghargai hukum yang ada,” katanya.

Dewan Pakar Said Abdullah Institute (SAI), Nadi Mulyadi di sela-sela acara menyampaikan, sosialisasi empat pilar ini merupakan salah satu cara untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsep berbangsa dan bernegara yang menjadi tugas DPR/MPR RI.

“Seluruh anggota DPR/MPR RI, ditugaskan untuk menggencarkan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini kepada seluruh elemen, baik itu tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika yang mempunyai satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan,” tandasnya.

Menurutnya, pancasila merupakan ideologi dasar negara yang harus dipahami secara utuh oleh masyarakat agar tidak terjebak dengan pemahaman keliru yang seakan membenturkan pancasila dengan paham keagamaan.

“Pancasila adalah ideologi dan dasar Negara, UUD 1945 adalah Konstitusi Kegara, NKRI sebagai bentuk Negara dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan Negara,” kata KH. Muhammad Ghozi yang hadir dalam acara itu.

“Tentu saya rasa semua sudah sangat memahaminya, keempatnya merupakan satu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisahkan, karena merupakan tiang penyangga yang menjadi panutan dalam upaya kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia yang kita cintai ini,” tutup dia.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar