Presiden Jokowi Diagendakan Hadiri Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia di Sumenep

  • Bagikan
Presiden Jokowi
dok. Presiden Jokowi (screenshot)

PortalMadura.Com, Sumenep – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo diagendakan menghadiri Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pada kalender Visit Sumenep 2018, Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia tersebut akan digelar akhir bulan Oktober 2018. Presiden Jokowi akan meresmikan Museum Pusaka Sumenep.

“Memang ada beberapa even visit yang ditunda waktunya, karena disatukan dengan even yang dijadwalkan dihadiri oleh bapak Presiden Jokowi,” terang Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Sufiyanto, Kamis (30/8/2018).

Kabupaten Sumenep menjadi tuan rumah Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia 2018 yang diselenggarakan oleh Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara (FSKN).

Baca : Libatkan 4 Ribu Orang, Sumenep Siap Gelar Festival Keraton Masyarakat Adat se-Asia

Baca : 42 Even Siap Digulirkan

Sufiyanto menerangkan, pameran keris Internasional dan peresmian Museum Pusaka Sumenep yang semula dijadwalkan Senin – Rabu, 9- 12 Agustus 2018 digabung dengan festival keraton.

“Jadi, even itu akan dihadiri presiden atas permintaan panitia pusat,” terangnya.

Even lain yang mengalami penundaan, yakni mancing Internasional yang semula Sabtu-Minggu, 7-8 Juli 2018 ditunda bulan September.

“Karena, pada bulan Juli dan Agustus ombak besar dan itu adalah even Provinsi Jatim yang ditempatkan di Sumenep,” jelasnya.

Sedangkan untuk Festival Budaya dengan leading sektor Dinas Pendidikan yang semula dijadwalkan Jumat- Minggu, 24 – 26 Agustus 2018 akan disatukan dengan puncak acara Hari Guru Nasional se Jawa Timur yang dipusatkan di Sumenep.

“Semua even yang sudah masuk pada kalender visit tetap dilaksanakan, hanya saja ada penundaan waktu,” pungkasnya.(Hartono)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.