Prihatin, Pelestarian Bahasa Madura Dinilai Minim

Bahasa Madura
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan – Minimnya pelestarian bahasa Madura mendapatkan sorotan dari pemerhati bahasa Madura di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Salah satu pemerhati bahasa Madura, Hafidh Efendy mengatakan, keberadaan bahasa Madura memang masih eksis karena sudah ada payung hukumnya, yaitu Peratura Gubernur ( Pergub) nomor 19 tahun 2014.

Namun, minimnya pembinaan dari pemerintah dan sepinya guru peminat berakibat pada semakin terkikisnya pelestarian bahasa Madura.

“Saya amati pemerintah kabupaten belum sama sekali ada terobosan pelatihan dan pembinaan bagi guru-guru bahasa Madura. Apalagi guru bahasa Madura di Pamekasan ini bisa dihitung dengan jari,” katanya, Kamis (21/6/2018).

Menurut pria yang juga dosen IAIN Madura ini, mestinya perguruan tinggi di Madura bisa mengusulkan pembukaan prodi bahasa Madura, karena sudah amanat kongres bahasa Madura tahun 2008.

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

“Belum ada kampus yang mempunyai program studi bahasa Madura, mentok-mentok sampai sekolah menengah atas saja,” ujar pria yang juga aktif di Pakem Maddhu tersebut.

Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Sony Budiharto mengakui bahwa pelestarian bahasa Madura memang masih minim.

Menurutnya, kebisaan sebagian masyarakat Madura sudah jarang menggunakan bahasa Madura sebagai bahasa sehari-hari. Kondisi ini akan membuat bahasa Madura malah akan punah.

“Di pedesaan saja, sebagian orang sudah jarang memakai bahasa Madura, apalagi di perkotaan,” katanya.

Namun pihaknya tetap mengupayakan pelestarian bahasa Madura dengan membentuk loka karya. Disamping itu pihaknya juga merencanakan pelatihan dan pembinaan bagi guru – guru bahasa Madura.

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

“Nanti kita masih usahakan dulu. Yang jelas bahasa Madura harus tetap eksis dan di lestarikan,” pungkasnya.(Hasibuddin/Nanik)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.