oleh

Prosesnya Ngeri! Warga Pamekasan Jalani Sumpah Pocong

PortalMadura.Com, Sampang – Isu santet yang diawali dengan mimpi buruk masih menjadi fenomena serius di tengah kehidupan masyarakat pulau garam Madura.

Hal ini terbukti pada Jumat (7/2/2020), dua warga Pamekasan, Jawa Timur, yang berseteru karena dugaan ilmu hitam sepakat menjalani sumpah pocong.

Proses sumpah pocong berlangsung di Masjid Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Kota Sampang.

Masjid tersebut dipercaya sebagai tempat paling tepat untuk melangsungkan proses sumpah pocong dan bila berbohong akan ada dampak tidak baik. Pihak takmir Masjid Madegan sudah sering diminta untuk memimpin proses sumpah pocong.

Dua warga Kabupaten Pamekasan yang berseteru tersebut, yakni Misjati (60) warga Desa Ponjenan Timur, Kecamatan Batu Marmar dan Bunali (55) warga Desa Tagangser Laok, Kecamatan Waru, Pamekasan.

Keduanya sama-sama menjalani sumpah pocong secara bergiliran. Kelihatannya ngeri, karena proses sumpah pocong itu sendiri menggunakan kain kafan mirip seperti mayat dibungkus dan lengkap dengan tiga tali kain kafan.

Dalam keadaan terbungkus kain, mereka dituntun mengucapkan kalimat sumpah. Sebuah kitab Alquran juga disandingkan.

Tuduhan isu santet ini berawal dari Bunali yang jatuh sakit usai bermimpi kedatangan Misjati. Dalam mimpinya, Bunali diberi seekor kalajengking oleh Misjati.

Dugaan isu santet ini menyebar luas dan menjadi perbincangan hangat di lingkungan kedua belah pihak hingga didengar oleh aparat desa.

“Mendengar isu santet, kami memanggil kedua pihak dan melakukan mediasi hingga tiga kali. Namun, Misjati tidak terima dan ngotot untuk melakukan sumpah pocong,” terang Kepala Desa Ponjenan Timur, Kecamatan Batu Marmar, Pamekasan, Fahritanto.

Pihaknya khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dan akhirnya menemukan kata sepakat untuk menggelar sumpah pocong di Masjid Madegan, Sampang.

“Sumpah pocong ini, murni dari kemauan mereka tanpa ada unsur paksaan,” terangnya.

Pada proses sumpah pocong, keluarga kedua belah pihak, aparat desa dan aparat kepolisian ikut menyaksikan.

Kapolsek Tamberu, Kabupaten Pamekasan, Iptu Bambang Irawan, mengaku tetap akan melakukan pemantauan agar setelah menjalani sumpah pocong tidak terjadi gejolak apapun.

“Kami pantau terus agar kondisi selalu kondusif. Alhamdulillah, sejak sebelumnya berjalan aman sampai sekarang,” pungkasnya.(*)

Penulis : Rafi
Editor : Nurul Hijriyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.