oleh

Protes Dugaan Pemotongan BOS & BOP, LPB Geruduk Kantor Kemenag Bangkalan

PortalMadura.Com, Bangkalan – Sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Loyalis Perubahan Bangkalan (LPB) menggelar aksi ke Kantor Kementerian Agama Bangkalan, Rabu (21/10/2020).

Mereka memprotes dugaan pemotongan pada program Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Diniyah (Madin).

Korlap aksi Munawir menyebutkan, salah satu sekolah di Kecamatan Blega, Bangkalan hanya menerima 50 persen dari dana yang dikucurkan melalui Kantor Kemenag Bangkalan.

Lebih parahnya lagi, banyak yayasan yang menyelenggarakan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Pondok Pesantren tidak paham kalau mendapat bantuan.

“Banyak yang tidak mendapatkan informasi dari Kemenag terkait bantuan itu. Maka kami meminta kepada Kemenag agar lebih terbuka,” dalam orasinya.

Pihaknya juga mendesak agar segala jenis bantuan pada lembaga keagamaan dituntaskan 100 persen. Dan jangan sampai ada pemotongan dengan dalih apapun.

“Dugaan pemotongan itu diakui oleh para penerima bantuan tapi tidak disertakan kuitansi,” paparnya.

Peserta aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian ini juga mendesak Kantor Kementerian Agama Bangkalan transparan dalam penyaluran BOS maupun BOP.

Sementara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangkalan, Abd Haris saat menemui massa aksi mempersilakan untuk masuk ruangan dan meminta bukti-bukti dugaan pemotongan tersebut.

Sampai saat ini, kata dia, dugaan pemotongan sebesar 50 persen tidak ada laporan masuk ke Kantor Kemenag. “Karena tidak ada yang melaporkan kepada kami, maka kami tidak bisa berkomentar,” dalihnya.

“Jika itu benar-benar terjadi [pemotongan, red] akan ada tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, penerima bantuan di antaranya pondok pesantren sebanyak 65 lembaga. Bantuan Madin sebanyak 261 dan MTQ atau TPQ sebanyak 13 lembaga.

“Ada sebagian yang tidak menerima bantuan,” terangnya.

Untuk nominal bantuan tersebut, rata-rata lembaga TPQ dan Madin sebesar Rp10 juta. “Cuma pesantren yang bervariasi. Besarannya tergantung pada jumlah santri,” tandasnya.

Mendapat jawaban dari pihak Kantor Kementerian Agaman Bangkalan, puluhan aksi bubar dengan damai dengan pengawalan aparat kepolisian.(*)

Penulis : M Saed
Editor : Dwi Oktaviana KK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.