oleh

PSU Pilbup 2018, KPU Sampang Ajak Masyarakat Jadi Pemilih Berintegritas

PortalMadura.Com, Sampang – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih tentang tahapan dan penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada Pemilihan Bupati – Wakil Bupati (Pilbup) 2018.

Komisioner KPU Sampang, Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), Miftahur Rozaq menyampaikan, acara sosialisasi tahapan PSU itu melibatkan kepala desa dan kelurahan.

Selain itu, pelajar, mahasiswa, tokoh ulama, tokoh masyarakat, Forkopimda, Bawaslu Kabupaten, Bawaslu Provinsi Jawa Timur, dan KPU Provinsi Jawa Timur.

“Sosialisasi itu, dimaksudkan dan bertujuan mewujudkan komitmen bersama untuk mensukseskan PSU Pilbup secara demokratis, lancar, damai, dan kondusif,” katanya, Kamis (11/10/2018).

“Utamanya, kami tetap menjalankan tahapan sesuai regulasi yang ada dan selalu melakukan sosialisasi baik dari tingkat desa, kecamatam dan kabupaten,” sambungnya.

Sisi lain, pihaknya bekerja sama dengan stakeholder untuk memaksimalkan sikap optimis daripada partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan PSU, sehingga partisipasi masyarakat tetap setara dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang dilaksanakan sebelumnya.

“Karena tanggung jawab bersama, tentu bukan hanya mengejar angka kuantitas. Tetapi, mengejar kualitas bagaimana partisipasi masyarakat menjadi pemilih yang berintegritas, dan demokratis,” ungkpnya.

Rozaq mengaku sudah memantangkan semua tahapan. Mulai dari sosialisasi tahapan penyelenggaraan yang dilakukan hampir setiap hari, persiapan pendistribusian logistik, serta pelaksanaan PSU Pilbup pada Sabtu 27 Okber 2018.

Komisioner KPU Provinsi Jawa Timur, Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Gogot Cahyo Baskoro mengapresiasi upaya KPU Sampang dan seluruh masayarakat. Karena, tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada 2018 kemarin berada pada posisi tertinggi di Jawa Timur.

“Dengan angka partisipasi masyarakat hingga mencapai 86 persen. Tapi, sayangnya tingkat partisipasi ini dianulir oleh Mahkamah Konstitusi dan harus melakasanakan pemungutan suara ulang,” katanya.

Supaya tahapan PSU tetap berjalan sesuai tahapan, pihaknya berharap kegiatan sosialisasi tidak boleh berhenti atau bukan hanya cukup disampaikan kepada seluruh kepala desa dan kelurahan.

“Tinggal kita menjadi agen sosialisasi dari KPU kepada masyarakat. Sosialisasi bukan hanya berbentuk kegiatan tatap muka, tetapi memanfaatkan momen dan waktu yang sangat terbatas. Seperti memasang alat peraga sosialisasi berupa baliho, spanduk, dan banner,” lanjutnya.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sampang, Rudy Setiadi mengajak masyarkat membantu untuk mensukseskan pelaksanaan PSU.

“Masyarakat harus meningkatkan semangatnya untuk bersama-sama sukseskan PSU. Gunakan hak masing-masing dengan cara datang ke tempat pemungutan suara,” katanya.(Rafi/Nurul)


Tirto.ID
Loading...

Komentar