PTM Dilarang Hingga 12 Oktober, Kota Sumenep Kembali Status Zona Merah

Surat Diknas Sumenep (tangkapan layar)
Surat Diknas Sumenep (tangkapan layar)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Larangan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) bagi seluruh lembaga pendidikan formal maupun non formal di wilayah kota Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali diperpanjang hingga 12 Oktober 2020.

“… Wajib melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan dilarang melaksanakan PTM dengan alasan apapun …,” isi surat Kepala Dinas Kabupaten Sumenep, Carto, Selasa (22/9/2020).

Larangan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tersebut seiring dengan status zona merah Covid-19 yang disandang kembali untuk wilayah kota Kabupaten Sumenep.

Disampaikan, bagi guru dan tenaga kependidikan baik PNS maupun non PNS, pengawas serta penilik yang bertugas pada satuan pendidikan formal dan non formal se-Kecamatan Kota Sumenep, wajib work from home (bekerja dari rumah).

Baca Juga:  Paud Budi Luhur Paberasan Perkuat Visi Misi Bupati Sumenep

Untuk teknis penyesuaian kurikulum diserahkan sepenuhnya bagi masing-masing satuan pendidikan. Dan diingatkan, pemberian tugas tidak boleh lebih dari lima item.

Selain itu, pemberian tugas praktek minimal 2 pekan sekali serta tidak boleh mengacu pada penuntasan kurikulum dan dilarang diskriminasi bagi siswa yang kesulitan ikut proses daring.

Sebagai antisipasi potensi gangguan ekonomi selama work from home dan larangan PTM, Dinas Pendidikan Sumenep menyarankan agar satuan pendidikan yang mendapatkan BOS/BOP serta bagi yang menerapkan SPP agar melakukan relaksasi pembayaran SPP minimal 50 persen mulai Oktober 2020 hingga larangan PTM dicabut.

Dinas Pendidikan Sumenep akan melakukan monitoring dan evaluasi pada semua lembaga formal dan non formal di wilayah kota Kabupaten Sumenep sebagai tindak lanjut dari kebijakan ini.(*)

Baca Juga:  Sumenep Kembali Raih Opini WTP

Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.