oleh

Puisi Ilhami Diri Untuk Introspeksi

Sastra merupakan suatu karya yang menggunakan bahasa sebagai media. Seorang pengaranglah yang menciptakannya dengan unsur keindahan bahkan terdapat makna yang mendalam berdasarkan apa yang ia lihat maupun pengalaman pribadi yang ditujukan kepada masyarakat untuk dinikmati atau hanya sekadar diamati.

Pada dasarnya, karya sastra mengungkapkan tentang kehidupan yang menyeluruh secara lahir batin.
Karya sastra berupa puisi merupakan suatu karya yang disusun atau tersusun secara rapi dengan penggunaan kata yang sehemat mungkin dan mengandung unsur kata dan kalimat yang sangat indah jika kita memahaminya.

Maka dari itu, betapa pentingnya kita untuk mengetahui bagaimana makna yang terdapat dalam puisi sehingga kita dapat menunjukkan perubahan yang nyata dalam lingkup pendidikan, ekonomi sosial dan budaya. Supaya kita dapat merombak pola pikir kita dengan lebih baik berdasarkan pengalaman yang telah salah dimasa yang lalu.

Kita perlu berbenah diri untuk terus maju bukan jalan di tempat dalam usaha berjuang mencetak generasi yang lebih baik, dengan harapan kita dapat membangun sumber daya manusia yang lebih baik. Untuk hal yang lebih baik kita harus belajar dari pengalaman masa lalu.

Salah satunya, dari pengkajian puisi kita dapat memahami, mengerti, menilai, mengkritik hal apa yang terjadi terdahulu dan tidak akan terulang untuk kesalahan yang sama.

Contohnya, dalam puisi Sapardi Djoko Damono yang tujuannya untuk mengingat kisah pejuang buruh yang berakhir tragis dengan judul Dongeng Marsinah.

Marsinah itu arloji sejati,
melingkar di pergelangan
tangan kita ini;
dirabanya denyut nadi kita,
dan diingatkannya
agar belajar memahami
hakikat presisi.

Dari puisi tersebut kita bisa tahu dahulu pernah terjadi pembunuhan terhadap Marsinah. Marsinah adalah seorang buruh arloji yang dibunuh secara keji dengan oknum yang tidak diketahui.

Marsinah bersuara pada saat itu ia meminta kenaikan gaji sebagai buruh yang ingin ia dapatkan namun berakhir tragis. Marsinah pahlawan buruh Indonesia yang sebagai pengingat bagi kita yang terjadi kekejaman dan kejahatan yang dialaminya terjadi saat ia menuntut haknya.

Pada dasarnya semua takut pada suara aspirasi Marsinah sehingga ia dibunuh. Bukankah negeri kita ini memiliki hak setiap manusia sejak didalam kandungan yang telah diberikan oleh Allah SWT, begitupun hak untuk hidup, hak mendapatkan sesuatu, hak untuk merdeka, namun kenapa perlakuan yang diterima Marsinah begitu menyayat hati bagi yang melihat maupun yang mendengarkannya.

Sebenarnya, hal ini sebenarnya tidak harus terjadi. Betapa kerdilnya pikiran orang yang telah membunuh manusia yang menuntut hak keadilan. Dari hasil yang kita dapatkan dengan menilai peristiwa Masinah seorang buruh yang menyampaikan aspirasinya lalu dibunuh oknum yang tidak diketahui tentu sangat memprihatinkan.

Siapapun boleh menyuarakan aspirasinya dengan tujuan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Tentu hal ini tidak boleh terulang kembali karena perbuatan yang sangat kejam yang patut untuk dirubah dengan pola pikir yang baik demi kebaikan bersama.

Dengan pengkajian karya sastra puisi tentu banyak hal yang dapat kita ketahui sehingga tidak akan mengulangi kebodohan yang sama dan perubahan Indonesia yang lebih baik, beri mereka yang menjadi hak mereka sesungguhnya, dingin dalam menanggapi persoalan mencari jalan keluar yang baik dan bekerjasama merombak kesejahteraan buruh bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik.

Penulis : Deby Triananda Noor Apsari
(Universitas Muhammadiyah Malang)

Komentar