oleh

Pulihkan Ekonomi Warga Bangkalan, Mahasiswa Untag Surabaya Cipta Usaha Thaitea

PortalMadura.Com, Bangkalan – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag Surabaya) melaksanakan KKN Tematik Covid-19 di Bangkalan, Madura.

Mereka tergabung dalam kelompok R23 mencipta usaha Thaitea yang diawalai dengan penyuluhan edukasi tentang kondisi ekonomi di masa pandemi yang juga disertai pelatihan produk siap jual yang bisa menjadi solusi terhadap permasalahan ekonomi warga.

Kegiatan itu ditujukan kepada para pemuda di Dusun Lok-Polok Desa Trogan, Kecamatan Klampis, Bangkalan, Jawa Timur.

Salah satu mahasiswa, Abdul Kholid menyampaikan, tujuan dari adanya kegiatan ini agar masyarakat terutama pemuda-pemuda di lingkungan sekitar mau berperan dalam pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19, kata dia, mengakibatkan KKN Tematik tahun ini dilakukan secara mandiri yakni secara individu di desa masing-masing dengan yang terpenting tetap mematuhi SOP Covid-19, seperi menjaga jarak dan juga memakai masker dalam setiap kegiatan.

Tema yang ia angkat, mengenai pemulihan ekonomi yang menjadi permasalahan terbesar setelah permasalahan kesehatan di masa pandemi.

Sebelumnya kegiatan KKN Tematik ini diawali dengan mensurvei data para pemuda yang ada di Dusun Lok-Polok Desa Trogan dan juga menganalisa potensi atau barang apa yang akan dijual dan bahannya terjangkau baik jarak dan juga harga bagi para pemuda.

“Hingga akhirnya diputuskan untuk menghasilkan produk minuman Thaitea dimana bahan yang dibutuhkan mudah didapatkan di pasar terdekat dan dirasa produk ini memiliki potensi besar saat dijual nantinya,” katanya, Senin (4/1/2021).

Kemudian kegiatan selanjutnya adalah dengan memberikan edukasi tentang pentingnya peran pemuda dalam memulihkan ekonomi di masa pandemi Covid-19, pemberian edukasi ini dilakukan di rumah kepala Dusun Lok-Polok dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pemberian edukasi tentang peran pemuda ini diharapkan akan mendorong keinginan pemuda-pemuda di dusun Lok-Polok agar mau ikut andil dalam pemulihan ekonomi dengan potensi yang dimiliki mereka.

Kegiatan pemberian edukasi, dilakukan di rumah kepala dusun dengan dihadiri hampir semua pemuda yang ada di dusun Lok-Polok Desa Trogan yang berumur kisaran 18-25 tahun.

Dalam waktu kurang lebih satu jam, para pemuda diberikan edukasi penting tentang perekonomian beserta cara-cara memulai sebuah usaha yang bisa ditekuni oleh pemuda sekitar dan tidak lupa pula ditutup dengan diskusi dari hasil pertanyaan-pertanyaan yang dilontorkan oleh para pemuda-pemuda setempat.

Dari hasil diskusi itu diperoleh beberapa hal penting dan juga beberapa kesepakatan seperti nama produk Thaitea yang akan dipakai nantinya, logo dan juga beberapa hal yang lain.

“Esoknya, mahasiswa dan para pemuda akan mengikuti kegiatan selanjutanya yakni berkumpul guna melakukan pelatihan pembuatan produk Thaitea mulai dari membeli bahan-bahan yang dibutuhkan, pembuatan Thaitea, pengemasan dan cara penjualannya,” terangnya.

Dalam pelatihan pembuatan produk Thaitea ini, dimulai dengan membeli bahan-bahan yang dibutuhkan ke pasar setempat, pemilihan pasar yang tidak jauh dari dusun Lok-Polok juga merupakan strategi agar para pemuda setempat tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan.

“Setelah semua bahan-bahan sudah ada, pelatihan pembuata produk dimulai,” katanya.

Para pemuda setempat sangan antusias menjalani seluruh kegiatan terlihat dari semua pemuda yang begitu semangat untuk mencoba meracik dan menggonta-ganti komposisi racikan untuk menghasilkan cita rasa Thaitea yang mereka inginkan.

Setelah mendapatkan cita rasa yang mereka inginkan, hasil produk mulai dikemas, namun masih tanpa memakai stiker logo karena produk pertama yang mereka hasilkan akan dijadikan tester terlebih dahulu agar menjadi masukan untuk mereka dan untuk produk mereka agar siap dipasarkan.

Hasil masukan dari para pencicip tester produk pertama ditampung lalu dijadikan koreksi untuk pembuatan produk yang akan siap dijual pada khalayak ramai. Setelah produk kedua selesai dibuat dengan mempertimbangkan masukan yang ada, produk dikemas dan dipercantik dengan ditambahkan stiker berisi logo yang sudah disepakati dan produk sudah siap dijual melalui media sosial dan juga dengan cara menawarkan kepada orang terdekat.

Dalam beberapa hari penjualan, produk Thaitea yang dihasilkan pemuda dari dusun Lok-Polok ini sangat diminati oleh masyarakat sekitar, juga laku melalui penjualan di media sosial dan hasil penjualan dari produk Thaitea itu disepakati terus digunakan untuk melanjutkan penjualan produk Thaitea sehingga menjadi pemasukan ekonomi bagi para pemuda sekitar.

Meski keuntungan yang didapat oleh setiap pemuda tidaklah banyak, namun diharapkan dengan adanya serangkaian kegiatan ini akan menjadi titik mulai dimana para pemuda sekitar perlahan akan memiliki ide penjualan mereka masing-masing.

Semua program dan kegiatan yang dilakukan dibawah bimbingan langsung ibu Michella Beatrix, ST., MT selaku dosen pembimbing lapangan, dan kegiatan KKN tematik Covid-19 ini dilakukan selama 12 hari pada bulan Desember 2020.(*)

Penulis : Putri Kuzaifah
Editor : Lisa Mana L

Komentar