oleh

Puluhan Masyarakat Tuntut Bupati Bebaskan Sumenep dari Maksiat

PortalMadura.Com, Sumenep – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sumenep (FMS), Madura, Jawa Timur melakukan aksi unjuk rasa ke kantor bupati setempat. Mereka menuntut agar bupati membebaskan Sumenep dari maksiat. Sebab, selama ini di bumi Sumekar ini banyak tempat prostitusi terselubung dan kafe yang menyediakan minuman keras.

“Kami minta bupati harus tegas. Sumenep ini merupakan kabupaten yang memiliki banyak pesantren, apalagi bupatinya kiai, masak membiarkan tempat maksiat berkembang,” teriak Sukriyanto, Korlap aksi, Rabu (1/6/2016).

Selain berorasi secara bergantian, mereka juga membawa sejumlah poster dan spanduk yang bertuliskan “Sumenep bebas tanpa maksiat”, “Sumenep darurat moral” dan ada salah seorang massa aksi yang telanjang dada dan menuliskan didadanya dengan tulisan “No maksiat”.

“Kami minta, bupati menemui kami. Tolong jelaskan ke kami kenapa di Sumenep dibiarkan banyak tempat maksiat dan tidak dibersihkan,” ucapnya.

Ia menerangkan, bupati jangan hanya diam. Harus tegas pada Satpol PP sebagai penegak perda agar benar-benar bekerja sesuai tugasnya.

“Bupati harus tegas, jika memang ada unsur pemerintah yang terlibat atau melindungi tempat maksiat itu segera diberi sanksi yang tegas,” pintanya.

Hingga saat ini, aksi berlangsung panas, karena Bupati Sumenep, A Busyro Karim yang diminta menemuinya tidak kunjung menemuinya.

“Bupati jangan sok eksklusif, temui kami. Kami rakyat Sumenep yang ingin Sumenep ini steril dari maksiat,” tegasnya. (arifin/choir)


Komentar