oleh

Puncak Musim Penghujan Diprediksi Januari-Februari 2021

PortalMadura.Com, Sumenep – Puncak musim penghujan di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada periode Januari hingga Februari 2021.

Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai terjadinya bencana alam selama musim penghujan.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Kalianget, Kabupaten Sumenep, Usman Kholid menjelaskan, cuaca ekstrem dipicu oleh aktifnya monsun Asia.

“Itu yang menyebabkan terjadinya peningkatan pasokan massa udara basah di wilayah Indonesia, termasuk wilayah Sumenep,” katanya, Senin (14/12/2020).

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan. Bencana alam seperti banjir bandang, tanah longsor, puting beliung dan genangan air tinggi bisa saja terjadi.

Selain itu, gelombang tinggi bisa terjadi sewaktu-waktu akibat awan kumulonimbus(cumulonimbus).

“Seperti yang kita lihat di tengah lautan, gumpalan awan gelap hitam. Ini yang dapat memicu terjadinya kecepatan angin dan gelombang tinggi,” terangnya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten setempat mencatat empat kecamatan rawan banjir pada musim penghujan 2020.

Di antaranya, Desa Cangkreng, Sendir (Lenteng), Desa Babbalan, Torbang (Batuan), Kali Marengan Daya dan sepanjang jalan A. Yani Kecamatan Kota, serta Aengbaja Kenek, di Kecamatan Bluto.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar