oleh

Pusaka Keraton Sumenep “Beri Sinyal” Kedatangan Presiden Jokowi ke Madura

PortalMadura.Com, Sumenep – Di luar batas kemampuan berpikir manusia biasa, sebuah pusaka yang dimiliki dan disimpan oleh salah satu pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belakangan ini sering terdengar suara seperti ketukan.

Keanehan itu terjadi menjelang rencana kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), Minggu (8/10/2017), ke Pondok Pesantren (Ponpes) yang didirikan pada tahun 1887 oleh K.H. Moh. Syarqawi tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pengasuh Ponpes Annuqayah, Daerah Late, K. Hazmi Basyir AS. “Sejak tadi malam di kamar saya selalu terdengar suara ketukan. Usut punya usut ternyata itu berasal dari kotak pusaka. Rupanya yang satu ini menangkap sinyal akan datangnya orang nomor satu di Republik ini,” demikian dikutip PortalMadura.Com, Jumat (6/10/2017), pada akun facebook pribadinya, Hazmi Latee, 4 Oktober pukul 20:37 WIB.

Pusaka dengan sarung warangka berwarna kuning keemasan itu, disebut-sebut berasal dari Dhalem Keraton Sumenep. Meski ia mengaku tidak tahu sejarahnya hingga ada di lingkungan pondok pesantren, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut pusaka “manja“.

iklan hari santri

“Ia memang manja, selalu tidak ingin ketinggalan jika terkait urusan kenegaraan. Mungkin karena ia –sebagaimana kata orang yang pernah melihatnya – berasal dari dhalem Keraton Sumenep,” ujarnya.

Bahkan, malam ini, pada pukul 20:07 WIB, ia menyebut mendapat wangsit dari pusaka, seperti dalam penjelasan foto dirinya yang mengenakan kopiah nasional berukuran di luar lazimnya. “Menurut wangsit pusaka, Hari ini saya harus bergaya,” ungkapnya.

Berikut fotonya:

22256419 2386243748266927 9171096845888532804 o
Foto facebook Hazmi Latee

(Hartono)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.