Putri Indonesia dan Desainer Internasional Ramaikan Festifal Batik Sumenep

Avatar of PortalMadura.Com
Putri Indonesia dan Desainer Internasional Ramaikan Festifal Batik Sumenep
Kanan, Putri Indonesia, Kezia Roslin Cikita Warouw dan desainer Internasional Anas Khairunnas, Jumat (8/12/2017)

PortalMadura.Com, – Putri Indonesia tahun 2016, dan berkunjung ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Jumat (8/12/2017).

Kedatangan Kezia, dalam rangka menyemarakkan kegiatan bertajuk “Sumenep Batik Festival dan Sumenep Colour Fun Run“, Sabtu (9/12/2017), dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten ke 748. Kegiatan ini, persembahan Kantor Dinas PU Bina Marga Sumenep dengan menggandeng Event Organizer (EO).

“Saya ke sini dalam rangka festifal batik 2017,” kata Kezia, kelahiran Jakarta, 18 April 1991, saat melakukan konfrensi pers di salah satu rumah makan khas Sumenep, Jl. Pahlawan.

Pemenang kontes Puteri Indonesia 2016 perwakilan dari Sulawesi Utara ini, mengaku baru pertama kali menginjakkan kaki di ujung timur pulau Madura. “Saya bangga bisa ke Sumenep, apalagi ditemani dengan desainer internasional, mas Anas,” ucap Kezia yang tumbuh di Manado.

Sedangkan Anas Khairunnas, merupakan putra daerah Kabupaten Sumenep. Pria kelahiran 14 Januari 1989 itu, mempunya passion yang tinggi terhadap fashion dan ajang beauty pageant (kontes kecantikan).

PortalMadura.Com, melansir dari radarbanyumas.co.id, Anas Khairunnas disebutkan mendapat kesempatan membuat gaun yang dikenakan Zukhriatul Hafiza dalam ajang Miss International 2010.

Lalu, gaun untuk Liza Elly dalam ajang yang sama tahun berikutnya. Kiprah Anaz berlanjut dengan gaun yang dipakai Maria Selena dalam acara welcome dinner Miss Universe 2012. Baru pada 2013 dia dipercaya merancang gaun yang dikenakan Whulandary Herman dalam preliminary show Miss Universe 2013.

Gaun Java Blossom rancangan Anaz turut membawa Whulan masuk dalam Top 16 Miss Universe 2013. Gaun putih dengan shaping memeluk tubuh ala mermaid dan aksen cutout di pinggang itu terlihat menyatu dengan Whulan.

Tahun berikutnya, beban Anaz makin bertambah. Dia kembali diserahi tugas oleh Yayasan Puteri Indonesia (YPI) untuk membuatkan gaun untuk preliminary show. Hasilnya, mahakarya Anaz berupa evening gown Silent Maja yang terinspirasi kejayaan Kerajaan Majapahit berwarna silver mengantarkan Elvira Devinamira melaju ke Top 15 Miss Universe 2014. Gaun Anaz pun kembali mendapat sorotan di level dunia.

Sementara, penanggungjawab even “Sumenep Batik Festival dan Sumenep Colour Fun Run” Edi Rasyadi mengemukakan, kegiatan itu bertujuan untuk ikut serta mempromosikan Visit Sumenep 2018 ke kancah Internasional, sekaligus memberitahukan pada seluruh masyarakat bahwa Sumenep memliki potensi batik.

Tema even spektakuler tersebut “Batik Sekar Jagad Keraton Sumenep. “Ini dalam rangka menunjukkan bahwa Sumenep memiliki potensi batik dan upaya memberi tahu kepada khalayak publik,” kata Edi Rasyadi, yang juga Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep.

Even Sumenep Spektakuler ini akan digelar Sabtu tanggal 9 Desember 2017. Untuk “Sumenep Batik Festival”, ada fashion on the street, pukul 08.00 WIB, bertempat di Taman Bunga Kota Sumenep. Ada Batik Fashion Competition, digelar pukul 19.00 WIB, di GOR A Yani Sumenep. Selain itu, ada design fashion batik, dan batik art competition.

Adapun “Sumenep Colour Fun Run” dijadwalkan Minggu tanggal 10 Desember 2017, pada pukul 07.00 WIB, bertempat di Pangligur Sumenep.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.