oleh

Putri Indonesia Jatim ‘Membatik’ di Rutan Sumenep

PortalMadura.Com, SumenepRunner Up I Putri Indonesia Jawa Timur (Jatim) 2018, Ayuk Hartiningsih Ibrahim kepincut batik Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep.

Wanita berparas cantik kelahiran Surabaya, 8 Juni 1995 itu, berkunjung sekaligus untuk melihat proses produksi batik di tempat pemasyarakatan ujung timur pulau Madura, Sabtu (21/11/2020).

Setibanya di Rutan, Ayuk ikut mencoba ‘membatik’ bersama para warga binaan. Setelah itu, dia juga memberikan motivasi kepada para warga binaan wanita.

“Tidak perlu takut untuk berubah menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Viverdi Anggoro foto bersama Runner Up I Puteri Indonesia Jawa Timur 2018 Ayuk Hartiningsih Ibrahim disela sela kunjungannya ke Rutan Kelas IIB Sumenep
Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Viverdi Anggoro foto bersama Runner Up I Puteri Indonesia Jawa Timur 2018 Ayuk Hartiningsih Ibrahim disela-sela kunjungannya ke Rutan Kelas IIB Sumenep, Sabtu (21/11/2020). (Foto. Badri Stiawan @portalmadura.com)

Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep Viverdi Anggoro menerangkan, kunjungan salah satu putri terbaik Jatim itu bermula dari ketertarikan mitra Rutan Sumenep Imam Mustofa kepada batik hasil produksi warga binaan. Dia merupakan salah satu desainer kenamaan asal Sumenep.

“Dia yang memfasilitasi semua ini,” katanya.

Pihaknya berharap dengan kegiatan ini, batik Sumenep kian dikenal. Juga, tahun 2021 Rutan Sumenep oleh Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) dijadikan sentra batik nasional.

Viverdi menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai bentuk motivasi kepada para warga binaan. Agar tetap produktif.

Dia menyebut, sudah menjadi kewajiban bagi lembaganya untuk membina, membimbing, melayani dan merawat warga binaan selama di Rutan.

“Negara tidak berhak membuat para warga binaan lebih buruk dari sebelumnya, itu prinsip di pemasyarakatan. Itu yang ingin kami capai,” tutupnya. (*)

Tonton Juga : Putri Indonesia Jatim Kepincut Batik Rutan Sumenep

Penulis : Badri Stiawan
Editor : Dwi Oktaviana KK

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.