PWNU Jatim Turba ke Pamekasan, KH. Marzuki Minta Nahdiyin Tolak Wahabi

NU
Ulama NU Jatim turba ke Pamekasan Madura
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Pamekasan– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur turun ke bawah (turba) dan konsolidasi organisasi untuk zona Madura di Kabupaten Pamekasan, tepatnya di Pondok Pesantren Miftahul Anwar Klompek Kadur, Sabtu (6/4/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Prof. Dr. KH. Abd. A’la, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzukiy Mustasyar, pengasuh pesantren Bumi Solawat Sidoarjo, KH. Agus Ali Masyhuri dan empat PCNU se Madura.

Dalam kesempatan itu, Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Marzuki Mustasyar meminta warga nahdiyin berpegang teguh terhadap ahlussunnah wal jamaah dalam menjalani hidup. Karena banyak sekali sekarang faham-faham yang ingin merusak faham tersebut.

Baca Juga:  5 Doa Malam Pertama yang Perlu Pasutri Amalkan

“Ayo komitmen ber-ahlussunnah wal jamaah, jangan yang lain. Tidak ada jaminan salat kita maqbula (diterima, red), hasil syubhat masih kita makan, hasil nipu masih kita makan. Maka untuk diterima hati kita harus bersih dari dendam, dengki, riya’, tapi ini sulit, ” katanya.

Karena tidak ada jaminan masuk surga, lanjut dia, maka tidak ada cara lain kecuali mengikuti ulama dan ridho ulama. Sedangkan NU merupakan organisasi keagamaan yang didirikan oleh para ulama, diantaranya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullan, dan Syaihona Kholil Bangkalan.

KH. Marzukiy meminta warga NU jangan sampai terpengaruh oleh faham wahabi dan syi’ah, karena kedua faham ini salah dan tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

“Wahabi bahaya, mengkafir-kafirkan orang bahaya, mengkafir-kafirkan Pancasila bahaya, mentoghut-toghutkan NKRI bahaya untuk masa depan bangsa dan negara kita ke depan. Kalau banyak rakyat teracuni (faham wahabi, red), maka akan banyak rakyat melawan negara, ” tandasnya.

Baca Juga:  Dalam Islam, Ini 3 Jenis Nafkah Suami Terhadap Istri

“Jangan hanya memandang Pancasila-nya, jangan hanya memandang merah putihnya, tapi yang berjuang mendirikan NKRI ini adalah mbah Hasyim Asy’ari. Yang berdarah-darah para ulama, negara ini merdeka atas perjuangan ulama dan habaib, ” pungkasnya.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.