oleh

Ra Mamak, Bursa Calon Pilkada Sampang Tawarkan Solusi Banjir

PortalMadura.Com, Sampang – Warga Desa Sumber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengaku kecewa dengan sikap pemerintah daerah setempat dalam menyikapi bencana alam banjir yang sudah menjadi rutinitas kabupaten berjuluk “Bahari” pada saat musim penghujan.

Bahkan, mereka berharap pemerintah segera mengubah motto kabupaten “Sampang Bahari” yang kerap diartikan dengan “Sampang Banjir Setiap Hari”.

“Nama itu adalah do’a, jika warga mengartikan dengan ‘Sampang Banjir tiap hari’ itu akan menejadi do’a, dan musibah banjir bakal terus terjadi,” kata Lukman Hakim (30) dalam diskusi dengan bakal calon Pilkada 2018, Moh. Hasan Jailani, Jumat (3/6/2016).

Menurutnya, musibah banjir tahunan perlu segera disikapi oleh para calon pemimpin, sehingga dalam pergantian kepala daerah, masyarakat tidak lagi dihantui oleh banjir.

“Harus ada perubahan, jika tidak maka bencana banjir akan terus menghantui Sampang,” tuturnya.

Menanggapi keluhan warga setempat, Moh. Hasan Jailani mengaku tidak keberatan jika masyarakat Kabupaten Sampang sepakat ingin mengubah motto “Sampang Bahari”.

“Kalau kita oke oke saja, karena Sampang ini milik masyarakat,” katanya dihadapan para kiai, ulama dan tokoh masyarakat desa setempat.

Meski tidak harus merubah motto, katanya, permasalahan bencana alam termasuk musibah banjir tetap bisa dicarikan solusi, seperti menempatkan para pegawai sesuai dengan bidang dan keahlian para pagawainya.

“Pemimpinnya harus tahu keahlian dan kemampuan bawahannya, kalau pegawainya berkompeten dibidang penuntasan masalah banjir ya harus ditempatkan di dinas yang berkaitan dengan penuntasan banjir, seperti Dinas Pengairan, PU Cikatarung atau BPBD, jangan ditempatkan ke Dinas lainnya. Sampang kayaknya tidak seperti itu,” kata pria yang diakrab disapa Ra Mamak.(lora/har)


Komentar