oleh

Ratusan Miliar Anggaran Tak Terpakai Dianggap Wajar

PortalMadura.Com, Pamekasan – Adanya penumpukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur hingga Rp300 miliar dianggap hal yang wajar.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pamekasan, Taufikurrahman mengatakan, sisa lebih anggaran adalah mekanisme normal dari proses pengelolaan APBD. Sebab, semua program yang telah direncanakan tidak mungkin akan terserap secara keseluruhan.

“Memang dari segi manfaat sebaiknya APBD itu diserap 100 persen, tapi dalam perjalanannya tidak mungkin APBD itu diserap 100 persen. Biasanya ada selisih antara kontrak dengan anggaran, jadi sisa itu setiap tahun pasti ada,” ungkapnya, Sabtu (4/7/2015).

Disamping karena pelampauan pendapatan, penumpukan anggaran juga bisa disebabkan penghematan belanja atau bahkan karena tertundanya belanja. Beberapa kemungkinan itu yang menyebabkan ada sisa keuangan daerah yang tidak terserap.

“Memang ini yang menjadi atensi kita bagaimana yang tertunda bisa dilaksanakan. Jadi, poin utamanya adalah bagaimana melaksanakan kegiatan yang tertunda, tetapi terkait silpa-nya (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran) sendiri tidak ada masalah, karena itu merupakan proses yang wajar dari pengelolaan APBD,” lanjutnya.

Dikatakan, beberapa program yang tidak dikerjakan pada tahun 2013 hingga 2014 akan diselesaikan tahun 2015. Seperti pembangunan kantor Bappeda, Dinkes dan pemagaran monumen Arek Lancor yang merupakan program tahun sebelumnya.

“Insya-Allah di akhir 2015 ini, proyek-proyek yang mangkrak sudah bisa diselesaikan. Kita juga mohon bantuan masyarakat agar proyek ini bisa diselesaikan dengan baik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Suli Faris mengungkapkan, terdapat penumpukan APBD kabupaten terhitung sejak tahun 2013 dan 2014 yang tidak terserap mencapai Rp300 miliar lebih.

Hal itu terkuak setelah pihaknya mengkaji laporan kerja pertanggungjawaban (LKPJ) bupati 2014. Program yang tidak terlaksana itu sebagian besar merupakan kegiatan yang berkaitan langsung dengan masyarakat umum. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.