Ratusan TKS Nakes Tak Digaji Menyebar di 30 Puskesmas di Sumenep

Penulis: HartonoEditor: Hartono
Ratusan TKS Nakes Tak Digaji Menyebar di 30 Puskesmas di Sumenep
dok. Forum Komunikasi Honorer Nakes (FKHN) Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) dan Non Nakes Kabupaten Sumenep (@portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Forum Komunikasi Honorer (FKHN) Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) dan Non Nakes Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, membeberkan jumlah anggotanya yang tak mendapat gaji.

Mereka menyebar di 30 pusat kesehatan masyarakat (), baik daratan maupun kepulauan Sumenep. Juru bicara FKHN TKS Nakes dan Non Nakes Sumenep, Ahmad Sufriyan menyebutkan, anggotanya itu menyandang berbagai profesi, di antaranya perawat, bidan, gizi, apotek, dan analis.

Baca Juga : 1.238 Nakes Tak Digaji, Terungkap di Masa Bupati Sumenep Achmad Fauzi

Baca Juga : Cucuran Air Mata Nakes Warnai Ruang Komisi IV DPRD Sumenep

Data yang dibeberkan, perawat mencapai 450 orang, bidan 713 orang, analis 25 orang, rekam medik 7, profesi gizi 10, apoteker 1, refraksi optisi 1, tenaga administrasi 30. “Jumlah ini berpotensi bertambah,” kata Ahmad Sufriyan, Selasa (4/10/2022).

Berikut tempat mereka bekerja (puskesmas) di wilayah Sumenep;

PKM Nonggunong 26 orang
PKM Legung 27 orang
PKM Pamolokan 22 orang
PKM Lenteng 38 orang
PKM Kalianget 29 orang
PKM Gayam 35 orang
PKM Pragaan 81 orang
PKM Raas 15 orang
PKM Kangayan 71 orang
PKM Dasuk 47 orang
PKM Rubaru 43 orang
PKM Pandian 36 orang
PKM Bluto 24 orang
PKM Ganding 45 orang
PKM Gapura 51 orang
PKM Batuan 34 orang
PKM Moncek 21 orang
PKM Batang-Batang 45 orang
PKM Ambunten 43 orang
PKM Sapeken 63 orang
PKM Dungkek 35 orang
PKM Pasongsongan 34 orang
PKM Batuputih 43 orang
PKM Manding 35 orang
PKM Talango 29 orang
PKM Guluk-Guluk 45 orang
PKM Giligenting 38 orang
PKM Arjasa 139 orang
PKM Masalembu 34 orang
PKM Saronggi 5 orang

Sumber data FKHN TKS Nakes dan Non Nakes Kabupaten Sumenep.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.