Ratusan Warga Kangean Sumenep Tertahan di Pelabuhan Batu Guluk

  • Bagikan
penumpang
Warga Kangean yang Tertahan di Pelabuhan Batu Guluk

PortalMadura.Com, Sumenep – Ratusan calon penumpang kapal tertahan di Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pasalnya, dua kapal yang berangkat hari ini yakni Sabuk Nusantara 27 dan Dharma Bahari Sumekar (DBS) I tidak mampu mengangkutnya.

“Ratusan penumpang harus gigit jari mas, tertinggal di Pelabuhan. Karena dua kapal yang berangkat tidak bisa mengangkut penumpang. Saat ini penumpang masih bertahan di Pelabuhan Batu Guluk,” ungkap salah satu calon penumpang, Mistari, Rabu (5/7/2017).

Menurutnya, kapal DBS berangkat lebih awal dari jadwal biasanya. Yang seharusnya berangkat pukul 09.00 WIB, tapi diberangkatkan pukul 07.00 WIB, sedangkan KM Sabuk Nusantara 27 tetap berangkat sesuai jadwal semula yakni pukul 06.00 WIB.

“Tapi dua kapal itu berangkat dengan membawa penumpang penuh. Akibat dari itu, banyak barang yang ikut terbawa kapal, sedangkan orangnya tidak terangkut, terutama pada kapal DBS tersebut,” paparnya.

Ia menilai, menumpuknya penumpang di Pelabuhan Batu Guluk tersebut lantaran kurangnya kapal yang beroperasi. Ada salah satu kapal yang sejak awal pekan ini tidak beroperasi dijalur reguler Kalianget-Kangean yakni kapal Expres Bahari 9C. Kapal cepat tersebut memilih melayani dijalur Jangkar-Raas yang merupakan program mudik dan balik gratis.

“Seharusnya kapal Expres itu melayani dijalur Kalianget-Kangean dan sebaliknya tiga kali dalam seminggu tapi untuk pekan ini tidak ada. Sehingga penumpang menumpuk di Pelabuhan Batu Guluk,” ucapnya.

Ia meminta agar pemerintah segera mengambil kebijakan agar masyarakat yang ada di Pelabuhan Batu Guluk tersebut bisa secepatnya kembali ke daratan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Forpimka agar menyampaikan aspirasi kami kepada pemerintah daerah untuk mencarikan solusi agar ada penambahan kapal lagi,” imbuhnya. (Arifin/Putri)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.