oleh

Rebranding, Cara Kak Achmad Fauzi Siapkan Gerakan Pramuka Hadapi Era Industri 4.0

PortalMadura.Com, Sumenep – Musyawarah Cabang pada Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep, Madura, Jawa Timur, masa bakti 2019-2024 usai dilakukan, Sabtu (28/12/2019).

Bertempat di Kantor BLK Sumenep, Jl. Raya Gapura, Parsanga, Kota Sumenep dengan diikuti sebanyak 23 orang dari 27 kecamatan dan dari unsur Kwarcab tujuh orang. Hasilnya, Kak Achmad Fauzi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep. Saat ini, Achmad Fauzi menjabat sebagai Wakil Bupati Sumenep.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Kapal Karam dan Dua Kerangka Jenazah Berhasil Dievakuasi Tim Sar Polda Jatim

Pasca terpilih, Achmad Fauzi bergerak cepat untuk menjawab kebutuhan Gerakan Pramuka, khususnya di Sumenep. Pihaknya segera menyusun kepengurusan dan draf rencana kerja Kwarcab Gerakan Pramuka selama lima tahun ke depan.

Program yang akan disusun oleh pria yang dikenal akrab dengan kawula muda ini berupa program yang sejalan, seiring, dan selaras dengan program pemerintah daerah Kabupaten Sumenep.

“Kebutuhan anggota Pramuka dan masyarakat dalam membangun daerah wajib diwujudkan melalui Gerakan Pramuka. Maka diperlukan rebranding,” ucapnya.

Baca Juga : Kwarnas Siapkan Tim Revisi UU Gerakan Pramuka

Rebranding merupakan proses yang harus dilakukan untuk menanggapi perubahan atau kebutuhan era industri 4.0 dengan tanpa meninggalkan identitas atau jati diri Gerakan Pramuka. “Agar Gerakan Pramuka mampu bertahan dan berkembang pada era industri 4.0,” tandasnya.

Ada beberapa misi yang akan dijalankan, Kak Achmad Fauzi, yakni meningkatkan kualitas gugus depan dan Satuan Karya Pramuka (Saka), kualitas pembina Pramuka dan pelatih, dukungan sarana dan prasarana pendidikan dan kegiatan Pramuka lainnya.

“Selain itu, Gerakan Pramuka butuh kemitraan dan manajemen kwartir, membuat wahana dan media kegiatan kepramukaan yang menarik dan disesuaikan dengan minat anak muda masa kini, menampilkan wajah yang lebih muda, serta tampilan Pramuka yang lebih menarik,” urainya.

Menurutnya, Gerakan Pramuka saat ini tidak sama kondisinya dengan masa dirinya mengikuti Gerakan Pramuka tempo dulu. Saat ini, perlu dilakukan Rebranding Pramuka baru yang mengikuti perkembangan zaman, tanpa mengorbankan identitas, nilai-nilai, dan tujuan dari gerakan Pramuka itu sendiri.

“Sehingga Gerakan Pramuka di Sumenep ini tidak saja diminati generasi milenial, tetapi juga bisa bertahan lama di tengah arus perubahan besar dewasa ini dan yang akan datang,” tandasnya.(*)

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar