oleh

Rekapitulasi Suara Tingkat KPU Sumenep Tersisa 4 Kecamatan

PortalMadura.Com, Sumenep – Rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat KPU Sumenep, Madura, Jawa Timur, tinggal empat kecamatan di kepulauan yakni Masalembu, Sapeken, Arjasa dan Kangayan.

“Diperkirakan hari ini tuntas. Karena hanya tinggal empat kecamatan terjauh,” kata Komisioner KPU Sumenep, Malik Mustofa, Jumat (3/5/2019).

Malik menyampaikan, perjalanan dari daratan ke sejumlah kecamatan di kepulauan tersebut membutuhkan waktu antara 12-14 jam dalam kondisi normal. Akibatnya, logistik mengalami kelambatan pengembalian.

“Keempat kecamatan itu berada di wilayah kepulauan terjauh di Sumenep. Jadi, membutuhkan waktu yang relatif lama agar logistik bisa tiba di KPU lagi,” ucapnya.

KPU Sumenep memulai pelaksanaan pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilu 2019 sejak hari Selasa (30/4/2019). Rekapitulasi tingkat KPU diperkirakan akan selesai hari ini jika tidak ada kendala.

Di Sumenep terdapat 27 kecamatan, 9 kecamatan berada di wilayah kepulauan dan sisanya di daratan.

Baca Juga : Waspada! Jalan Kampung Pababaran di Sampang Longsor

Dari 27 kecamatan itu dipilah menjadi tujuh Daerah Pemilihan (Dapil) yakni Dapil I meliputi Kecamatan Batuan, Kota, Manding, Kalianget dan Talango. Dapil II meliputi Kecamatan Lenteng, Bluto, Saronggi dan Giligenting.

Untuk Dapil III meliputi Kecamatan Pragaan, Guluk-guluk dan Ganding. Dapil IV meliputi Kecamatan Rubaru, Ambunten, Pasongsongan dan Dasuk. Dapil V meliputi Kecamatan Gapura, Dungkek, Batang-batang dan Batuputih. Dapil VI meliputi Kecamatan/Kepulauan Raas, Nonggunong, Gayam dan Masalembu dan Dapil VII meliputi Kecamatan Sapeken, Arjasa dan Kangayan.

Penulis : Samsul Arifin
Editor : Putri Kuzaifah
Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE