oleh

Resensi Buku-Absurditas Tokoh Pada Novel Semua ‘Ikan di Langit’

PortalMadura.Com– Novel yang berjudul banyak ikan di langit (Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie) telah membawa pembaca pada perjalanan terhadap pencarian jati diri Tuhan serta segala kebesarannya. Seorang tokoh anak kecil pada novel semua ikan di langit melambangkan kebesaran tuhan dan segala kemampuannya. Karakter yang penuh dengan misteri  dari si anak (beliau) julukan yang diberikan oleh tokoh Bus. Bus pada novel tersebut berperan sebagai kendaraan Beliau yang mengantarkannya kemanapun beliau pergi.

Ibarat seseorang yang mencari jawaban dari keberadaan Tuhan dan segala kebesarannya. Beliau mengutus Ikan Julung-julungnya menggiring bus  untuk pertamakalinya terbang ke langit. Ikan julung-julung merupakan pengikut setia beliau kemanapun Beliau pergi dan kapanpun Beliau membutuhkan sesuatu. Ikan Julung-julung  menjelma menjadi sepatu, topi  apabila beliau membutuhkannya  bahkan senantiasa membantu mengenakan mantel birunya.

Ikan julung-julung  membawa bus untuk pertamakalinya ke tempat sampah yang terdapat 109 gunung tinggi, seluruhnya tersusun dari sampah, lima lautan, seluruhnya diisi oleh sampah. Kecuali untuk segerombolan ikan dan anak laki-laki yang tergeletak di tempat tersebut. anak tersebut dikerumuni oleh sejumlah ikan julung-julung yang membawanya sampai pada tempat itu.

Anak kecil (beliau) memiliki mata bulat yang terbuka lebar, tetapi  tidak pernah berkedip dan tidak mati. Beliau sangat suka karya dan hal-hal yang beliau lakukan dipuji dia akan menjahit hati yang rusak dan marah apabila ada yang tidak sopan terhadap orang tua.

Novel banyak ikan di Langit lebih difokuskan terhadap pemahaman gagasan, tanggapan evaluatif dan sikap pengarang terhadap kehidupan. Sejalan dengan pemikiran Albert Camus (Ariyanti, 2007:10) yang eksistensialis tokoh pembangun sebuah cerita dan menyatakan bahwa pemahaman absurditas merupakan tindakan pembaca dalam Menafsirkan maksud pengarang dalam teks mapun data luar teks Tampak jelas dalam novel ini sangat banyak pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui tokoh beliau yang digambarakan layaknya Sang pencipta yang mengerti akan kebutuhan umatnya.

Dalam novel Semua Ikan di Langit pengarang juga menyampaikan pesan bahwa rasa cinta tidak hanya hubungan antara manusia dengan manusia. Tetapi juga rasa cinta manusia dengan benda mati, manusia dengan Tuhan dan juga manusia dengan mahluk hidup lainnya dan Kepatuhan tokoh “saya” (Bus Damri) ini benar-benar mencerminkan seorang hamba yang diharapkan Tuhan. Kelak, hamba yang baik akan diselamatkan Tuhan ketika dunia ini berakhir. Kita dapat memetik banyak hal dari kepatuhan tokoh “saya” ini terhadap Beliau.

Novel ini ketika hanya dibaca sekilas hampir sama dengan novel fantasi yang semua elemen cerita dalam kisah di dalamnya berisi tentang imajinasi mengenai banyak hal. Mulanya pembaca akan mengira bahwa ini adalah kisah fantasi biasa, yang disajikan dalam sudut pandang Saya yang merupakan sebuah Bus Damri namun ketika dibaca dengan menggunakan teknik membaca Close Reading (membaca secara mendalam) Banyak makna dan alegori tentang kehidupan tersaji dengan indah.

Makna baik dan buruk, tentang cinta dan benci, ketakutan-ketakutan, dan tentang penghambaan pada Tuhan. Cerita tentang spiritualitas manusia disampaikan melalui analogi-analogi yang berada pada sudut pandang tokoh yang tidak lazim: Bus Damri (jurusan Dipatiukur-Leuwipanjang, kecoa (Nadezhda melahirkan 33 anak, baru-baru ini. Tapi, semuanya mengalami penuaan dini karena stress berada dalam tawanan), bahkan seorang anak kecil.

Novel banyak ikan di langit menggunakan latar tempat diluar angkasa, kota, laut, toko sepatu, toko kue. Latar waktu yang digunakan dalam novel tersebut adalah siang dan malam sedangkan setting suasananya adalah bahagia, tegang, dan mebingungkan. Penggunaan gaya bahasa pada novel banyak ikan di langit yaitu majas metafora dan penggunaan majas personifikasi penggambaran perilaku benda mati yang seolah-seolah seperti manusia.

Novel ini juga banyak berkisah tentang gaya tutur narasi, hanya sedikit percakapan bisa dibilang 80 persen narasi dari “saya” sebagai bus karena menggunakan tokoh utama pelaku utama. Namun, melihat keseluruhan kisah yang diceritakan dalam novel ini dapat dipastikan bahwa plot yang digunakan oleh pengarang sangatlah tidak biasa karena menggunakan plot hole atau kerancuan konten artinya tidak semua hal harus diberitahukan terhadap pembaca, dan pembaca tidak perlu diberitahu keutuhan dari sebuah cerita tersebut. Sebuah cerita fantasi tidak dikatakan absurd (meskipun tidak nyata dan tidak masuk akal), ketika elemen-elemen yang dikandungnya tersaji dengan logis.

Novel banyak  ikan dilangit dikatakan absurd karena banyak tokoh yang menjalankan kehidupannya tidak sesuai dengan kenyataan atau mustahil dalam kehidupan nyata dan susah dijangkau oleh pikiran nalar manusia seperti yang dilakukan oleh tokoh Bus Damri tidak hanya sekadar sebuah benda mati ketika penulis memberikan nyawa padanya.

Kemampuan membaca pikiran manusia dari lantai yang dipijak mereka (dan ini konsisten dengan tokoh Beliau yang tidak pernah menginjakkan kaki di sana sehingga Bus tidak bisa membaca isi kepala Beliau), Bus menangis melalui kaca spion, dan ketika marah menyemburkan asap dari knalpot, dan masih banyak perilaku manusia lain yang dilakukan oleh Bus Damri tersebut. Lalu, kekonsistenan Nad si Kecoa yang cerdik, sehingga membantu dalam menginterpretasikan ruang dan waktu yang tengah berjalan saat itu.

Perjalanan menuju angksa tidaklah selamanya menyenangkan konflik terjadi ketika tokoh laki-laki menggunakan kaos merah dengan rompi yang banyak sakunya, berambut dan berjenggong keriting berwarna cokelat dengan salah satu matanya rusak beliau menyebutnya si membingungkan menghancurkan segala sistem kehidupan merupkan alur absurd yang diciptakn oleh pengarang. Dia menghasut para wanita supaya membunuh dan menggunakan darah korbannya untuk mandi agar tetap awet muda. Keberhasilan para wanita itu membuat para lelaki turut serta melakukan hal yang sama agar awet muda.

Kemudian, seiring berjalannya waktu orang-orang tersebut berubah menjadi manusia berkulit merah. Manusia semakin langka karena semakin banyak yang dibunuh. Pembunuhan menjadi halal. Manusia-manusia berkulit merah itu hidup bergantung pada si anak jahat itu. Si Membingungkan tertawa terbahak-bahak. Manusia-manusia merah itu diibaratkan dengan kambing tolol. Si Membingungkan menghina Beliau.

Bus Damri yang merasa kesal itu pun melakukan perlawanan pada si Membingungkan. Lelaki jahanam itu menghancurkan bus hingga hancur berkeping-keping seluruh alam semesta hancur. Namun, akhirnya Beliau kembali menciptakan semuanya dan mulai mengembalikan semua seperti semula. Absurditas tokoh dalam novel semua ikan di langit memberikan gambaran bahwa Tuhan dapat melakukan segalanya sesuai dengan kehendaknya serta pandangan bahwa Tuhan senantiasa menyayangi manusia dalam keadaan apapun.(*)

Judul Buku : Semua Ikan di Langit
Penulis : Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Penerbit : Grasindo
Editor : AS Sudjatna
Cetakan : Pertama, Februari 2017
Tebal : 259 hlm
Harga : Rp 75.000
ISBN : 9786023758060

Peresensi : Ika Agustiningsih, Asal Sampang, Madura.
Tempat Tanggal Lahir Sampang, 07 Agustus 1997
Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE