oleh

Reses Anggota Dewan, Warga Minta Pembangunan Wisata Pantai Lombang Digenjot

PortalMadura.Com, Sumenep – Serap aspirasi atau reses yang dilakukan H. Masdawi, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur membicarakan pengembangan pariwisata Sumenep.

Ia yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) V, yang meliputi, Kecamatan Batuputih, Batang-Batang, Gapura dan Dungkek, menempatkan reses di Balai Desa Lombang.

iklan pilbup

Dalam masa reses III dari tanggal 3-10 Juli 2017 itu, dihadiri warga sekitar wisata Pantai Lombang, Forpimka setempat serta Kadisbudpora Sufiyanto dan dinas terkait lainnya. Saat pertemuan, mengemuka persoalan pembangunan wisata Lombang.

Salah satu obyek wisata yang ikut menyumbang pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu, dinilai butuh keseriusan pemerintah daerah dalam pengelolaan dan percepatan pembangunannya.

“Sampai saat ini, pengelolaan wisata pantai Lombang belum maksimal. Bahkan, terkesan dibiarkan oleh pemerintah,” kata Masdawi, pada PortalMadura.Com, Sabtu (8/7/2017).

Menurutnya, fasilitas yang ada di areal wisata maupun infrastruktur lainnya, yang salah satunya jalan dari pintu masuk rusak parah, perlu penanganan yang sifatnya segera dan berkelanjutan.

“Kalau kondisi saat ini, daya tariknya memang kurang, karena fasilitasnya itu-itu saja. Diperparah dengan infrastruktur yang sudah rusak,” tandasnya.

Selain itu, masyarakat sekitar juga wajib dilibatkan. Melakukan koordinasi intens dengan tokoh masyarakat jangan hanya dilakukan pada saat ada kepentingan.

“Keamanan dilingkungan wisata tergantung bagaimana pola pendekatan yang dilakukan oleh pengelola. Selama ini, kepedulian warga sekitar sangat lemah, karena pengelola terkesan tidak mau berbagi,” ucapnya.

Persoalan minimnya penerangan di area wisata, sampah yang berserakan, serta kotoran kuda yang dinilai mengganggu pada kenyamanan pengunjung juga mendapat sorotan.

Sementara, Kadisbudpora Sumenep, Sufiyanto mengemukakan, untuk fasilitas yang akan dibangun tahun 2017 baru pada gapura depan (pintu masuk) yang roboh.

“Kalau tahun depan, berupa panggung dan taman air terjun yang saat ini kondisinya rusak,” katanya.

Diakui, jika pembangunan wisata Lombang butuh dana besar dan tidak mungkin digarap dalam satu tahun.

“Untuk pembangunan wisata Lombang termasuk infrastruktur jalan diperlukan dana berkisar Rp4,9 miliar. Ini tidak mungkin terpenuhi semua di tahun yang sama,” ujarnya.

Namun, pihaknya bertekat pembangunam sektor pariwisata tetap akan berkelanjutan. Apalagi tahun 2018 Sumenep menjadi tahun kunjungan wisata.

“Keterlibatan masyarakat tentu menjadi skala prioritas, karena dari pariwisata itu diharapkan berdampak positif pada perekonomian warga,” tandasnya.(Hartono)


Tirto.ID
Loading...

Komentar